Diduga Lecehkan PRT, Pria Asal Sumba NTT Dibekuk

327
Terduga Pelaku, Agus saat hendak dikonfrontir dengan korban di rung Unit PPA Polresta Denpasar, Kamis (30/08/2018) malam. Foto: Istimewa

Denpasar, Klikpena.com
Jajaran Polresta Denpasar membekuk seorang pria asal Sumba NTT, karena diduga memperkosa seorang pembantu rumah tangga di kawasan wisata Kuta, Bali.

“Ikatan keluarga Belu di Bali mendapat kabar ditemukan seorang wanita di Pantai Kuta, tetapi dalam keadaan stress dan wajah berlumur pasir. Kabar itu diunggah oleh pemilik akun Facebook Shanti Shanti di grup Canggu Community. Kami bergerak untuk menjemput korban dan saya bersama mbak Ipung mendampingi untuk buat laporan Polisi” Ujar Yulius Benyamin Seran, Pengacara muda asal Belu NTT di Mapolresta Denpasar kamis (30/08/2018) malam.

Saat dievakuasi dan dimintai keterangan oleh pengacara, korban berinisial MCDS itu menuturkan, awalnya korban diajak jalan-jalan oleh Agus yang dikenalnya saat di penampungan tenaga kerja. Dugaan pemerkosaan itu dilakukan oleh Agus, saat mengajak korban jalan-jalan dan menginap di sebuah penginapan kawasan kuta.

Korban didampingi kuasa hukumnya, Siti Sapurah saat menjalani pemeriksaan di Unit PPA Polresta Denpasar kamis (30/08/2018) malam, Foto: Ist

Korban mengaku tak sadarkan diri usai diberi minum sprite saat berada di hotel, dan korban berhasil melarikan diri setelah dirinya sadar telah dilecehkan. Korban baru mengingat dugaan pelecehan itu terjadi setelah dalam penanganan Ikatan Keluarga Belu di Bali dibawah pimpinan Hilarius Mali Asa, yang menemputnya dan melapor Ke Mapolresta Denpasar.

“Setelah kami jemput, saya dan mbak Siti Sapurah langsung melaporkan kejadian ini dan pelaku pun langsung ditangkap oleh tim buser polresta. Saya mengajak mbak Ipung untuk menangani perkara ini secara probono, karena saya tau mbak Ipung merupakan aktifis perlindungan perempuan dan anak yang selalu peduli kasus yang menimpa kaum hawa”papar Benyamin.

Korban pemerkosaan, MDCS saat diantar kuasa hukumnya Julius Benyamin Seran dan Siti Sapurah ke RS untuk divisum kamis (30/08/2018) malam, Foto: Ist

Pasca visum yang dilakukan Unit PPA polresta Denpasar, Polisi mencari terduga pelaku Agus dan berhasil diamankan ke Mapolresta. “Kami melaporkan dugaan tindak pidana pemerkosaan dan penipuan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285 juncto Pasal 378 KUHP” jelas Benyamin Seran didampingi Siti sapurah.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama kepada Klikpena.com, Siti Sapurah mengapresiasi kinerja polisin yang telah bergerak cepat mencari dan menangkap pelaku berdasarkan keterangan korban dan alat bukti Visum et repertum serta visum psikiatri bahwa trauma yang dilami korban diakibatkan kekerasan seksual.

“Sebagai aktifis perempuan, saya mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum dalam hal ini polisi yang punya pemikiran dan persepsi yang sama bahwa menyetubuhi perempuan yang bukan istrinya adalah pelanggaran hukum. Terlepas dari dia dikategorikan suka sama suka” ujar wanita yang akrab disapa Ipung ini.

Korban MCDS saat menandatangani BAP di Unit PPA Polresta Denpasar, kamis (30/08/2018) malam, Foto: Ist

Ipung menambahkan, kejadian ini pembelajaran buat para pelaku, bahwa jika menyetubuhi perempuan dewasa bisa lepas dari jeratan hukum. Hal ini diatur jelas dalam pasal 285 juncto pasal 289 KUHP bahwa menyetubuhi perempuan yang bukan istrinya adalah pelanggaran hukum dan terlepas dari dikategorikan suka sama suka.

“Jika kita menyetubuhi perempuan di luar perkawinannya dengan cara kekerasan atau memanfaatkan ketidakberdayaan seorang perempuan untuk tidak bisa menolak perbuatan persetubuhan maka ancaman hukuman pidana diatas 5 tahun” pungkas Ipung (EL)

Komen via Facebook