Pastika Minta Koster-Ace Rajin Temui Rakyat

66

Gubernur Bali Made Mangku Pastika (tengah), didampingi Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama (kiri) dan Wayan Koster (kanan), usai menghadiri Rapat Istimewa Pengumuman Hasil Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wagub Bali Terpilih, di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (30/7/2018). [foto: klikpena.com/ m susanto]

Denpasar, klikpena.com – Masa kepemimpinan Gubernur Made Mangku Pastika dan Wakil Gubernur Ketut Sudikerta, akan berakhir tanggal 29 Agustus 2018 mendatang.

Selama 10 tahun masa kepemimpinannya, tentu ada banyak hal yang diketahui Pastika tentang kondisi Bali. Begitu pula dengan masyarakatnya. Soal kemiskinan, pengangguran, kesehatan, dan lainnya, tentu banyak diketahui Pastika.

Yang jelas, sudah banyak hal dilakukan mantan Kapolda NTT itu untuk membenahi kondisi yang ada. Namun, tak sedikit pula yang masih tercecer.

Itu pula sebabnya, Pastika menaruh harapan besar kepada Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Ace), gubernur dan wakil gubernur Bali hasil Pilgub Bali 2018.

Ia menitip beberapa program kepada Koster-Ace. Jika ada program yang dipandang positif, Pastika berharap agar dilanjutkan lima tahun ke depan dalam kepemimpinan Koster.

Bukan hanya itu. Pastika pun mengharapkan agar Koster-Ace nantinya setelah dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Bali, lebih rajin menemui masyarakat. Koster diminta untuk melihat langsung data di lapangan.

“Jadi, saya harapkan gubernur, wakil gubernur terpilih dan pejabat yang lain, rajin-rajin melihat ke bawah. Karena apa yang ada di data, dengan yang di lapangan, bisa jauh berbeda,” kata Pastika, usai menghadiri Rapat Istimewa Pengumuman Hasil Penetapan Pasangan Calon Gubernur dan Wagub Bali Terpilih, di Gedung DPRD Provinsi Bali, Senin (30/7/2018).

Mantan Kapolda Bali ini menyebut, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tidak dapat dikatakan akurat 100 persen. Pastika lalu menyontohkan mengenai data warga yang memiliki rumah tidak layak huni dan memerlukan bantuan bedah rumah (salah satu program andalan Pastika, red).

“Kalau menurut data BPS, sebenarnya 2017 program bedah rumah sudah tuntas karena mereka memberikan data ‘by name, by address’. Tetapi pada kenyataannya, masih banyak warga memerlukan bedah rumah,” ujar Pastika.

Sebagai bukti, imbuhnya, masih ada saja proposal dari masyarakat yang masuk. Mereka memohon program bantuan bedah rumah.

Pastika bahkan memprediksi, masih ada sekitar 5.000 unit rumah yang masuk daftar program bedah rumah dengan menggunakan anggaran dari APBD Provinsi Bali.

“Itu karena kami tidak bisa lihat langsung semuanya. Media juga bisa membantu kami untuk melaporkan, sehingga bisa lebih akurat menangani persoalan bedah rumah ini,” tandas Pastika, yang pada kesempatan tersebut didampingi Ketua DPRD Provinsi Bali Nyoman Adi Wiryatama, Wayan Koster, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, dan Kapolda Bali.

Pastika menjelaskan, untuk data kemiskinan, angka pengangguran, pendapatan perkapita, yang merupakan pengukuran secara makro, posisi Bali sangat bagus. Hanya saja untuk data mikronya, tetap harus dilihat langsung.

“Semua rakyat Bali berharap para pemimpin, siapapun itu, ke depan supaya semakin maju, aman, damai dan sejahtera di tengah dinamika perkembangan lingkungan strategis, baik global, regional dan nasional,” pungkas Pastika. (mse)

Komen via Facebook