NU Nyatakan Perang Lawan Berita Bohong

161

Denpasar, Klikpena.com– SetelahPengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama 15 ormas yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyatakan perang terhadap penyebaran fitnah dan berita hoak pada bulan Maret lalu, kini PWNU Provinsi Bali juga menyatakan perang terhadap berita hoax. Sabtu, (29/9) bertempat  di Gedung PWNU Bali, Jalan Pura Demak, Teuku Umar Barat, Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Provinsi Bali juga menyatakan perang melawan berita hoax.

Ketua PWNU Bali, KH Abdul Aziz, Ketua PWNU Bali mengatakan kegiatan yang dilakukan PWNU Bali ini sesungguhnya kegiatan rutin umat dan para ulama, hanya setiap kegiatan tentu punya tema yang berbeda-beda. “Ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan (PWNU) Provinsi Bali yang disebut dengan Lailatul Ijtima (sarana kordinasi dan solusi). Jadi tujuan acara pada malam hari ini selain Lailatul Ijtima, juga mendoakan bangsa dan negara agar tetap utuh, kompak dan tentunya harus terus maju demi kebersamaan kita,”kata KH Abdul Aziz

Eko Budi Cahyono Caleg DPR RI Dapil Bali (dua dari kiri) foto bersama KH Abdul Aziz dan jajaran pengurus PWNU Bali usai Lailatul Itjimal di Masjid Al Qomar di Teuku Umar Barat

Acara yang dihadiri sejumlah tokoh NU dan beberapa paguyuban muslim,  tokoh partai politik termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusung tema “Menyikapi Zaman yang Penuh Berita Bohong” menghadirkan sejumlah narasumber dari Bali dan Jakarta. “Berita bohong  menjadi penyakit masyarakat.  Kami PWNU memberi pemahaman dan pengertian agar tidak mudah, terpancing berita bohong dan menyudutkan pihak-pihak tertentu. Misalnya, akhir akhir ini banyak peran pemerintah yang positif yang sudah dirasakan masyarakat, tapi diputarbalikan dengan berita bohong, fitnah menyudutkan pemerintah. Maka dari itu kami memberi pemahaman agar umat tak terpengaruh,”ujarnya menjelaskan setiap ada pemberitaan di media, tak  diterima begitu saja tapi harus “tabayun” (crosschek).

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Sirad dan jajaran pengurus ormas deklarasi gerakan melawan berita bohong di Surabaya beberapa bulan lalu

Sementara, calon legislatif nomor urut 2 dari PKB, Eko Budi Cahyono menekankan pentingnya perang melawan berita bohong karena mengancam keutuhan bangsa dan negara. “Coba lihat pemberitaan di di media sosial akhir akhir ini. Pemerintah dan tokoh-tokoh bangsa ini dibuli sedemikian rupa dengan berita bohong. Yang paling santer jelang Pilpres saat ini adalah isu PKI yang menghiasi media sosial. Padahal PKI menjadi musuh bersama. Tidak mungkin PKI itu ada di negara kita,”kata Eko Budi Cahyono

Namun isu ini diberitakan seolah-olah sudah mengancam kedaulatan bangsa dan negara. Justru pemahaman di NU adalah pihak pihak yang mencetuskan ide PKI itulah yang mengancam keutuhan bangsa dan negara. “Berbicara mengenai komunis, NU paling merasakan. Berhadapan dengan PKI dan menjadi korban kebiadaban PKI pada masanya. Ini sangat mengganggu dan mengancam kebersamaan,”ujarnya menjelaskan situasi politik yang terjadi akhir akhir ini cenderung menyerang dan membunuh karakter sesama anak bangsa. “Tokoh kita, KH Maaruf Amin adalah calon Wakil Presiden. Itu sesepuh NU yang mesti dijaga dan dihargai. NU sangat tidak suka dengan berita bohong atau hoax. Untuk itu NU mengadakan sosialisasi kepada umatnya, termasuk menyatakan perang terhadap berita hoax. Apalagi mulai ada berita yang menyerang beliau (KH Maaruf Amin-red),’tegas Eko.

Sebelumnya, KH Said Aqil Siradj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan penyebar berita hoaks cenderung membenturkan dan mengadu domba antar umat Islam. Mengadu domba antara umat Islam dengan kelompok non muslim dan aparat keamanan.”Wallahi, hoaks, penebar fitnah, dan pengadu domba hukumnya haram, dosa besar,” kata KH Said Aqil.abi

Komen via Facebook