Presiden Jokowi Buka Kongres XXIV PWI

26

SOLO-klikpena.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres XXIV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Solo, Jumat (28/9/2018). Sebelum membuka kongres, Presiden berkesempatan berkeliling menyalami para peserta kongres di Ballroom Hotel The Sunan, Solo. Peserta kongres pun berdesakan ingin menyalami Presiden sambil berfoto selfi. Dan Jokowi, seperti lazimnya dengan sabar meladeni beberapa peserta yang berebutan meminta selfi bersama Presiden. Suasana kongres pun riuh gemuruh.

Dalam sambutannya, Presiden
menggarisbawahi besarnya peran Pers dalam membangun demokrasi Indonesia menuju keadaan yang lebih baik. “Kongres yang diikuti masyarakat pers dapat membangun demokrasi di tengah maraknya hoaks,” kata Presiden.

Jokowi menyebutkan, salah satu ancaman bagi kehidupan berbangsa saat ini adalah melubernya berita hoax untuk menyebar ujaran kebencian, fitnah dan lain-lain. Ia berharap PWI dapat mengambil peran untuk menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat.
“Berita hoax memang tidak hanya ada di indonesia. Di negara lainpun ada. Biasanya muncul dari media abal-abal, dari media-media yang tidak bisa dipertanggungjawabkan karya-karyanya. Tentu ada kepentingan dibalik itu terutama kepentingan politik,” kata Presiden.

Peserta Kongres, berdesakan menyalami Presiden Jokowi sebelum acara pembukaan kingres

Lebih lanjut diungkapkan, ditengah melubernya berita-berita hoax, pihaknya melihat betapa pentingnya eksistensi PWI untuk melakukan perang terhadap berita hoax yang sangat berpotensi merusak keutuhan bangsa. “Saya kira betapa pentingnya media dan wartawan. Inilah kesempatan
bagi media utk membuktikan kepada rakyat bahwa berita yang kredibel, berita yang bisa dipertanggungjawabkan hanyalah berita dari media yang resmi, yang tentunya sudah terdaftar di Dewan Pers,” ujar Presiden.
Selebihnya kata Presiden, negara ini sangat membutuhkan kehadiran PWI untuk memberikan literasi media kepada masyarakat
sehingga masyarakat mampu membedakan berita hoax dan berita yang benar.
“Pemerintah sangat mengharapkan peranan PWI sepertu itu. Pemerintah sangat membutuhkan PWI melakukan literasi media kepada masyarakat, agar masyarakat benar-benar teredukasi dalam berinteraksi dengan media, ” ujarnya. edo

Komen via Facebook