Garda Jokowi akan Jadi Garda Aksi Melawan Korupsi Pasca Pilpres

51
Ketua Umum Garda Jokowi, Antasari Azhar foto bersama pengurus DPD Garda Jokowi Propinsi Bali usai prosesi pelantikan di Hotel Crystal Kuta Bali Senin (26/11/2018) Foto: Ambros Boly

Kuta, Klikpena.com
Relawan Garda Jokowi yang dinahkodai Mantan Ketua KPK Antasari Azhar akan berganti nama menjadi Garda Aksi melawan korupsi pasca Pilpres 2019 mendatang. Hal ini disampaikan Ketua Umum Garda Jokowi saat menyampaikan pidato politik dihadapan puluhan pengurus relawan DPD Garda Jokowi Propinsi Bali di Hotel Crystal Kuta Senin (26/11/2018) malam.

“Garda ini jangka pendek sampai pada pemenangan Jokowi, nantinya saya akan rubah sesuai dengan keinginan bangsa Indonesia lebih luas ke pemberantasan korupsi. Tapi kami hanya pencegahan, bagaimana mengurangi korupsi yang terjadi di Indonesia” papar Ketua Umum Garda Jokowi, Antasari Azhar kepada para pengurus Bali.

Baca Juga: Antasari Azhar Lantik Relawan Garda Jokowi Bali

Ketua Umum Garda Jokowi, Antasari Azhar melantik pengurus DPD Garda Jokowi Propinsi Bali, di Hotel Crystal Kuta Bali Senin (26/11/2018) Foto: Ambros Boly

Antasari juga menjelaskan alasan dirinya masuk bergabung memenangkan Jokowi, karena dirinya tidak amu kehilangan sosok Jokowi yang tulus memimpin bangsa ini. Mantan ketua lembaga antirasuah ini menilai selama kepemimpinan jokowi Indonesia ada kemajuan dalam proses penegakan hukum di Indonesia.

“Karena saya gak mau kehilangan orang baik di Indonesia, karena saya yakin Jokowi itu orang baik. Tidak saja baik secara prinadi tapi baik bersikap, dan orang Indonesia sekarang butuh pengayom, butuh teladan, butuh contoh dan itu ada di Jokowi.

Baca Juga: Target Menangkan Jokowi 85 Persen, Garda Jokowi Bali Himbau Pemilih Tidak Golput

Ketua Umum Garda Jokowi, Antasari Azhar menyampaikan pidato politik usai melantik pengurus DPD Garda Jokowi Propinsi Bali, di Hotel Crystal Kuta Bali Senin (26/11/2018) Foto: Ambros Boly

Antasari menghimbau para relawan agar bersama mencegah korupsi, karena pemberantasan korupsi bukan hanya tugas para penegak hukum tetapi tugas seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita akan bentuk Garda Muda Anti Korupsi, kita akan tatar teman-teman Garda mulai dari pusat hingga ke daerah. Untuk tokoh agama dihimbau menyampaikan ke umat bahwa mengambil hak orang lain itu dosa. Salah satu contoh misalkan kalau suami pulang ngasih amplop, istri harus tanya bapa ini uang apa, sehingga istri juga wajib mengingatkan suami bila itu bukan uang gaji” pungkasnya. (EL)

Komen via Facebook