Enam Isu Strategis Akan Dibahas Indonesia dalam OOC 2018

28
Foto: Humas Subdit Restorasi, Kementrian Kelautan dan Perikanan

Kuta, Klikpena.com
Indonesia menjadi tuan rumah Our Ocean Conference 2018 yang akan digelar 29 – 30 Oktober mendatang, hal ini dimanfaatkan maksimal oleh Pemerintah Indonesia dalam membangun kerjasama antar negara dalam menangani permasalahan di laut. Kementrian Kelautan dan Perikanan telah menyiapkan 6 isu strategis yang akan dibahas dalam OOC 2018 di Nusa Dua Bali.

“OOC meskipun ini voluntary, tetapi Indonesia mempunyai kepentingan untuk bekerjasama dengan negara lain peserta OOC. Karena itu telah kita siapkan 6 isu strategis yang akan dibahas dalam OOC 2018 ini, dan kita juga perlu menujukan ke dunia terkait sikap Indonesia dalam menangani masalah di laut” papar Deputi Direktur Restorasi, KKP, Sapta Putra Ginting saat Media Briefing di Hotel Grand Ina Kuta, Sabtu (27/10/2018) petang.

Deputi Direktur Restorasi KKP, Sapta Putra Ginting, tengah memaparkarkan materi saat Media Briefing di Hotel Grand Ina Kuta, Sabtu (27/10/2018) siang. Foto: Humas Subdit Restorasi KKP

Enam isu strategis yang akan dibawa Pemerintah Indonesia dalam pembahasan OOC yang akan dihadiri delegasi dari 143 Negara peserta OOC 2018 masing-masing; Marine Polution, yang membahas persoalan sampah plastik; Marine Protection Area atau kawasan konservasi laut; Marine protection area yang mana laut di dunia relatif kecil dibandingkan dengan darat. Karena itu perlu penyelamatan biota laut, ekosistem laut sehingga perlu komitmen bersama.

Deputi Direktur Restorasi, Sapta Putra Ginting, saat International Coastal Cleanup 2018, di Pantai Padang Galak, Sanur Bali, Sabtu (15/09/2018) siang.Foto: Ambros Boly

Selain itu isu lainnya; Pengelolaan Perikanan yang berkelanjutan, dimana Indonesia salah satunya contoh dengan gebrakan Mentri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam melawan illegal fishing sehingga Indonesia ingin menunjukan ke dunia dan negara-negara yang bergabung dalam OOC; Maritime Security, yang membahas proteksi kejahatan di laut seperti perampokan, trafficking, penyelundupan dan yang lainnya sehingga Indonesia membutuhkan kerjasama antar negara untuk mengurangi dampak-dampak kejahatan di laut; Mengurangi dampak bencana di laut akibat perubahan iklim dan masalah bencana alam apalagi Indonesia belum lama ini terjadi tsunami di Palu Sulawesi Tengah; Pengembangan Blue Econom yakni satu konsep terobosan bagaimana mengurangi sampah, tidak hanya sampah plastik tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru yang lebih efisien sehingga setiap produk bisa diolah lebih efisien sehingga meminimalisir sampah. (EL)

Komen via Facebook