Jaring Aspirasi, JNE Gelar Kopiwriting Media di Bali

58
Sementara itu, Kepala Cargo Pemasaran Internasional JNE Pusat, Reza Arfany saat acara kopiwriting di Hotel Aston Denpasar, Kamis (27/09/2018) petang. Foto: Ambros Boly

Denpasar, Klikpena.com
Perusahaan jasa kurir JNE, menggelar kopiwriting bersama awak media dan bloger di Bali Kamis (27/098/2018) untuk menjaring aspirasi UMKM dan masukan dari awak media serta para bloger. Dengan mengambil tema “Dari lokal to global”, acara yang menghadirkan sejumlah narasumber ini mengupas sejumlah persoalan yang dihadapi UMKM dalam ekspedisi baik lokal maupun internasional.

“Yang hadir saat ini teman-teman media sama bloger kan, kita pengen acara ini bisa dibaca oleh masyarakat sehingga kehadiran teman media bisa publikasi lebih maksimal” ujar Hendrianida Primanti, Humas JNE Pusat dalam acara Kopiwriting di Hotel Aston Denpasar, Kamis (27/09/2018) petang.

Baca Juga: Tingkatkan Target Pasar, JNE Edukasi UMKM

Acara Kopiwriting JNE di Hotel Aston Denpasar, Kamis (27/09/2018) petang. Foto: Ambros Boly

Salah satu narasumber dari UMKM Ni Luh Putu Ary Pertami dari Bussines owner Niluh Jelantik dalam pemaparannya menyoroti hasil karya Indonesia umumnya dan Bali khususnya telah mendunia, tetapi UMKM harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Wanita yang akrab disapa Niluh Jelantik yang selama ini terkenal dengan brand sepatu asal Bali ini berharap, produk lokal harus mengejar ketertinggalan perkembangan dunia.

“Ada hal yang dipertahankan bahwa Indonesia dan Bali sangat kaya dengan orang yang berbakat. Sehingga bagaimana kombinasikan hasil karya antara system teknologi dan kearifan lokal. Karena itu, belajar dari pengalaman pribadi saya, semoga bisa menginspirasi karena itu nama brand yang akan dimulai itu harus ada sejarahnya sehingga patut kita pertahankan” paparnya

Niluh Jelantik juga mengajak para UMKM agar menjadikan aturan eksport-import dan perpajakan negara luar, sebagai motivasi untuk memacu semangat para UMKM dan membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing.
“Karena kita itu mampu, maka standarisasi packaging, volume dan column dari JNE harus memudahkan para UKM saat pengiriman hasil prduksi ke luar negeri’ harapnya.

Baca Juga: Tanggapi Keluhan Pelanggan, JNE Evaluasi Layanan di Kantor Cabang

Para Narasumber Kopiwriting foto bersama usai menerima plakat dari kepala Cabang JNE Denpasar, Ni Nyoman Alit Septiniwati di Hotel Aston Denpasar, Kamis (27/09/2018) petang. Foto: Ambros Boly

Sementara itu, Kepala Cargo Pemasaran Internasional JNE Pusat, Reza Arfany mengatakan, pengiriman internasional sangat ketat dan sudah ada standarisasi dari Bea Cukai dan airlines. Karena itu JNE juga sudah menerapkan standarisasi dan ada di aturan pengiriman barang.

“Awal tahun 2000 JNE merambah pengiriman domestik sesuai boomingnya e-commerce. Kami memiliki dua servis system yakni; service ekspres kami ke 220 negara dgn jangka pengiriman 2-6 hari. Selain itu, kami membantu pengiriman kargo besar dan special dan hal itu bisa melalui pengiriman udara dan juga pengiriman melalui laut” ujar Reza

Kepala Cargo Pemasaran Internasional JNE Pusat, Reza Arfany tengah memaparkan ekspedisi internasional saat acara kopiwriting di Hotel Aston Denpasar, Kamis (27/09/2018) petang. Foto: Ambros Boly

Reza melanjutkan, di luar benefit yang didapat, JNE juga memiliki rasa nasionalisme, sehingga JNE mensupport eksport hasil produksi UKM untuk go global. “Kita support indonesian brand agar bisa digunakan pasar luar negeri, dengan memanfaatkan digital mplatform yang ada saat ini” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindag Propinsi Bali, I Gde Wayan Suamba mengapresiasi para UMKM yang selama ini menjadi pahlawan pembangunan. Karena UKM menyerap tenaga kerja dan meningkatkan devisa negara dari hasil eksport.

“Peran UMKM sangat besar dalam bidang eksport sehingga selama ini pemerintah telah mensuport produk lokal hasil UKM di Bali. Antara angka kunjungan wisatawan dan produksi hasil UMKM harus sejalan, karena selain oleh-oleh, juga untuk bisnis karena banyak wisatawan beli hasil produk lokal dan dikirim melalui jasa kurir ekspres” ujarnya.

Kepala Cabang JNE Denpasar Ni Nyoman Alit Septiniwati saat menjelaskan layanan JNE di wilayah Bali saat acara kopiwriting di Hotel Aston Denpasar, Kamis (27/09/2018) petang. Foto: Ambros Boly

Sementara itu, Kepala Cabang JNE Denpasar Ni Nyoman Alit Septiniwati mengatakan, saat ini Bali memiliki 123 titik layanan counter yang tersebar di seluruh Bali, tetapi untuk memudahkan layanan hingga ke pelosok pihaknya masih membutuhkan tambahan layanan counter. “Kami masih membuka kesempatan untuk mitra JNE di wilayah kabupaten selain wilayah denpasar dan badung, karena itu jika ada yang berminat mendaftar menjadi mitra JNE di kabupaten lain silahkan mendaftar di kantor cabang Denpasar, jalan danau poso, Sanur” pungkasnya.

Jelang sidang IMF-World Bank bulan oktober mendatang, harus dimanfaatkan oleh UMKM untuk memasarkan produk lokal. Pemerintah berjanji akan memfasilitasi para pelaku UMKM dalam proses perijinan dan kredit, sehingga produksi lokal harus didukung untuk bersaing di Dunia Internasional.(EL)

Komen via Facebook