Kejari Badung Bidik Dugaan Penyimpangan Pecatu Art Music Festival

148

Badung,Klikpena.com-Pecatu Art and Music Festival yang berlangsung Oktober 2017 meninggalkan kenangan pahit bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Pasalnya Kejakasaan Negeri Badung tengah membidik event tersebut karena diduga terjadi perbuatan melawan hukum pada event tersebut.

“Bisa jadi ada sesuatu tak beres pada event Pecatu Art dan Music Festival. Mungkin soal administrasi dan keuangan sehingga ada kerugian negara. Ini bisa menjadi pintu masuk Kejaksaan Badung mengungkap sejumlah pelanggaran yang terjadi di Badung selama ini,” kata bekas salah satu pejabat Badung kepada Klikpena.Com Minggu (26/8) kemarin.

Surat Kejari Badung untuk Kepala Dinas Pariwisata Badung

Kejaksaan Negeri Badung telah melayangkan surat kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, tanggal 23 Agustus 2018. Kadis Pariwisata Badung diminta bertemu Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Badung, Cakra Yudha Hadi Wibowo, SH pada Rabu,  29 Agustus 2018, pukul 09.00 WITA  di ruang Pidsus Kejari Badung.

Kedatangannya, untuk dimintai keterangan terkait adanya dugaan perbuatan melawan hukum dalam kegiatan Pecatu Art dan Music Festival tahun anggaran 2017. Juga diminta untuk membawa sejumlah dokumen terkait dengan event itu.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, Made Badra saat dikonfirmasi melalui pesan singkat whatsApp Minggu (26/8/2018) tak mengelak soal ini. “Saya baru tiba tadi malam dari India. Senin (hari ini-red) saya cek undangannya ke kantor. Suksma infonya,”tulis Made Badra. Ia pun memastikan untuk datang memberi keterangan. “Siap untuk hadir memberi keterangan,”tulisnya lagi.

Seperti diketahui, Pecatu Art & Music Festival dibuka Bupati Badung Nyoman Giri Prasta 27 Oktober 2017. Bupati didampingi Wakil Bupati Badung, Ketut Suiasa, Sekda Wayan Adi Arnawa ditandai dengan pelepasan anak panah secara simbolis. Prosesi pembukaan diiringi dengan Tari Cak serta dihadiri anggota DPRD. Badung asal Pecatu Made Sumerta Dewan, Manager DTW Uluwatu, Panglingsir Puri Jro Kuta, Camat Kutsel, dan Perbekel Pecatu.

Berbagai kegiatan digelar dalam ajang kali pertama itu, diantaranya ; bingin open surfing competition (tempat Pantai Bingin), art culture show, fishing kompetition dan pelepasan tukik (Pantai Dremland). Pada hari kedua ada music day, fruit curving dan sculpting competition serta pameran patung pasir setinggi 10 meter dari himpunan seniman Pecatu. Kemudian dihari ketiga ditutup dengan pemutatan film tentang surfing dan lingkungan hidup.alia

Komen via Facebook