Ramdani Divonis 2,5 Tahun Penjara

50
Terbukti menyebarkan ujaran kebencian di medsos, pemilik akun Dani Hati Baja, Ramdani Saputra divonis 2,5 tahun penjara dalam sidang yang digelar, Kamis (26/7) di PN Denpasar (klikpena/Dickmina)

Sebarkan Kebencian di Medsos

Denpasar, klikpena.com –  Pemilik akun facebook “Dani Hati Baja”, Ramdani alias Ramdani Saputra, divonis 2 tahun dan 6 bulan (2,5 tahun) penjara oleh majelis hakim yang diketuai, I Made Pasek. Dalam sidang yang digelar, Kamis (26/7) di PN Denpasar, majelis hakim menyatakan terdakwa terbukti membuat dan menyebarkan  informasi dan ujaran kebencian, antara lain menghujat Presiden Jokowi melalui akun facebook dan tweeter. Majelis hakim juga mengganjar terdakwa berusia 38 tahun ini dengan pidana denda Rp100 juta, subsidair 4 bulan penjara.

Vonis majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam sidang sebelumnya, JPU Yuli Peladiyanti  menuntut terdakwa dengan pidana penjara 4 tahun dan pidana denda Rp100 juta, subsidair 4 bulan penjara.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan, pemilik akun facebook “Dhani Hati Baja” ini,   terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah  melanggar Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 UU RI No.19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 Tahun 2008  tentang Informasi dan Transaksi Elektonik (ITE) juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP, dan Pasal 207 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektonik. Menjatuhkan pidana 2 tahun dan 6 bulan penjara dipotong selama terdakwa berada didalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp100 juta, subsiair 4 bulan penjara,” tegas Made Pasek.

Terdakwa diseret ke kursi pesakitan berawal dari patroli cyber yang dilakukan oleh anggota Direktorat tindak pidana cyber Mabes Polri. Saat itu, tim Mabes menemukan, akun jejaring sosial facebook yang memposting beberapa postingan berisi informasi dalam bentuk kata-kata tulisan, kalimat atau gambar yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras dan antar golongan. Postingan juga bermuatan penghinaan terhadap pemerintah RI atau penguasa. Salah satu postingan terdakwa diunggah di Facebook, tanggal 4 Desember 2017 dan 13 Januari 2018  yakni, “Apa yang akan terjadi bila 2019  masih Mr. Jokowi Presidennya dan penistaan terus terjadi ?”

Temuan ini kemudian ditindaklanjuti dengan membuatkan laporan polisi. Setelah ditelusuri, akun tersebut adalah milik terdakwa Ramdani dengan nama akun Ramdani Saputra (Dhani Hati Baja).

Selain memiliki akun Dhani Hati Baja, terdakwa juga merupakan anggota grup dari kurang lebih 20 grup, baik itu grup publik maupun grup private yang ada di dalam akun facebook terdakwa serta akun tweeter dengab nama “Penikmat Taubat”.

Dari beberapa grup tersebut, terdakwa juga sebagai pembuat dan admin. Salah satu akun yang dibuat terdakwa adalah grup pemburu kecebong.  Dickmina

Komen via Facebook