Penebas Pecalang Dituntut 7 Tahun Penjara

47
Sopir taksi yang menebas hingga menewaskan korban yang juga seorang pecalang, dituntut 7 tahun penjara oleh jaksa Lovi Pusnawan dalam sidang, Kamis (26/7) di PN Denpasar (klikpena.com/Dickmina)

Buntut Ribut di Arena Tajen

Denpasar, klikpena.comTerdakwa, Nyoman Suama alias Paklik, pelaku penebasan  di Jalan Pererenan, Banjar Kangkang Desa Pererenan, Mengwi, Badung, yang menewaskan I Made Rai Sina, dituntut 7 tahun penjara dalam sidang, Kamis (26/7) di PN Denpasar.

Dalam persidangan dengan majelis hakim yang diketuai Esthar Oktavi, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Lovi Pusnawan, menyatakan, terdakwa berusia 32 tahun ini, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja melukai secara berat terhadap orang lain hingga mengakibatkan kematian. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 354 ayat 2 KUHP.

Menariknya, dalam sidang tuntutan ini,  terdakwa mendapat dukungan puluhan pemuda berbadan kekar dan bertato.

Peristiwa berdarah yang merenggut nyawa Made Rai Sina, terjadi di depan kos terdakwa Jalan Pererenan, Banjar Kangkang Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Jumat, 9 Pebruari lalu  sekitar pukul 12.00 wita.

Peristiwa itu bermula dengan cara korban yang merupakan pebotoh tajen (sambung ayam) mendatangi tempat kos terdakwa dengan mengendarai sepeda motor. Korban, Rai Sina kemudian menggedor pintu kamar kos terdakwa.

Terdakwa mengintip dari balik jendela dan mengetahui bahwa yang datang adalah orang yang sempat diajak ribut di arena tajen di Pura Dalem Desa Munggu, Mengwi, Badung.

Terdakwa yang kesehariannya bekerja sebagai sopir taksi ini kemudian  keluar kamar dan terlibat pertengkaran dengan korban. Terdakwa yang ditantang duel oleh korban pun langsung meladeni dengan mengambil sebilah pisau yang menyerupai pedang dari kamar.

Singkat cerita, terdakwa yang kalap menebas korban secara membabibuta bahkan hingga terdakwa lari ke belokan gang. Korban yang sudah berdarah mendapat luka di sekujur tubuh  itu akhirnya meregang nyawa di TKP.

Pemeriksaan tim medis di IRD RSUD Mangusada, Rai Sirna, pecalang (pengaman desa) itu dinyatakan tewas dengan luka di sekujur tubuh. Rinciannya, luka tebasan pada pergelangan tangan kiri hingga putus,dada sebelah kiri, pipi kanan, lengan kanan, ‎tangan kanan, lutut kanan, luka robek kepala kanan atas, luka robek pada kepala kiri atas, pada alis plipis kiri, bawah dada dan patah pada pegelangan tangan kanan. Kemudian luka putus pada ibu jari dan kelingking kaki kiri dan beberapa luka robek pada organ kaki dan tangannya.

Sementara dari pemeriksaan Forensik RSUP Sanglah, sebab kematian korban akibat luka bacok pada lengan bawah kiri yang memotong pembuluh darah sehingga menimbulkan pendarahan.  Dickmina

Komen via Facebook