Uskup Denpasar Tahbiskan Dua Imam Baru

104

DENPASAR-klikpena.com
Bertepatan dengan hari raya Kristus Raja Semesta Alam(Minggu,25/11), dua imam baru Romo Beneddictus I Wayan Rico Yusadi,Pr dan Romo Martinus Tamo Ama,Pr ditahbiskan oleh Uskup Denpasar, untuk menjadi imam Keuskupan Denpasar. Salah seorang imam baru ini, Rm. Beneddictus I Wayan Rico Yusadi adalah putera daerah dusun Tuka-Dalung Kuta Utata. Karena itu umat Katolik Paroki Tuka sangat bersyukur mengingat peristiwa berahmat ini setelah 21 tahun baru terjadi lagi. Pada 21 tahun silam tepatnya pada tahun 1997 ada 4 orang imam ditahbiskan di gereja Tuka ini, salah satunya paman kandungvdari romo Rico, yakni Rm. YB. Komang Suryana, Pr. Peristiwa pentahbisan Imam baru ini menyatukan dua budaya yakni budaya Sumba dan Budaya Bali. Sehari sebelum upacara pentahbisan, kedua Diakon, Diakon Rico dan Diakon Martinus diantar oleh keluarga masing-masing secara adat Bali dengan tatian dan musik tradisional Baleganjur Bali serta Tarian Sumbah yang diiring dengam dentangan musik gong gendang Sumba untuk diserahkan ke Gereja Katolik Keuskupan Denpasar. Di depan gereja Tuka, mereka diterima oleh Vikjen Keuskupan Denpasar, Rm.Yosef Wora,SVD dan tokoh umat Tuka diwakili oleh Bapak Paulus I Ketut Dongker.

Penyerahan keluarga ini menandakan pihak keluarga secara tulus mempersembahkan putera terbaik mereka ke pangkuan Gereja Katolik untuk siap ditahbiskan menjadi imam Keuskupan Denpasar. Dalam peristiwa tahbisan kedua imam baru ini dihadiri oleh puluhan imam se-Keuskupan Denpasar, biarawan-biarawati, para undangan dan utusan umat dari seluruh paroki di Keuskupan Denpasar sehingga gereja Tuka tidak mampu menampung umat. Panitia menyikapi dengan membangun tenda di halaman gereja.

Uskup Denpasar, Mgr. Dr. Silvester San, dengan pakaian kebesaran melakukan pentahbisan imam baru.

Dalam kotbahnya, Mgr. Silvester San mengatakan dengan tahbisan ini kedua imam baru mendapatkan tugas imamat suci yakni untuk mengajar atau mewartakan Injil, nenguduskan manusia dan mwnggembalakan atau memimpin umat. Sebagai imam, mereka juga diberi kuasa untuk menghapus dosa. Karena itu Uskup Silvester San berharap agar kedua imam baru semakin memahami jati diri sebagai seirang imam perjalanan tugas pelayanan umat.
Selesai upacara Sakral Pentahbisan, dilanjutkan dengan Laporan Panitia dan Sambutan-sambutan. Diantaranya sambutan Bupati Badung yang diwakili oleh Wakil Bupati Badung, Bp.Ketut Suiyasa. Menurut wakil Bupati Badung, peristiwa tahbisan ini merupakan acara yang sangat istimewa karena dua figur yang dimuliakan oleh umat dirahbiskan menjadi imam untuk menuntun umat di dalam jalan Tuhan Yesus Kristus. Lebih membanggakan lagi, salah satu diantara jedua imam baru ini adalah warga Tuka, Krama Badung. Namun ini baru permulaan atau baru start awal, semoga peristiwa ini dapat nemacu dan memicu semangat kedua imam baru untuk menjadi pewarta Injil atau khabar gembira tentang kedamaian dengan baik, pewarta Injil yang kuat dan penuh kasih sayang.

Prosesi tahbisan imam Baru

Ketua umum panitia sekaligus mewakili keluarga mengharapkan dukungan doa bagi kedua imam baru. Dan kepada kedua imam baru rajin-rajinlah berkunjung ke keluarga-keluarga dalam tugas pelayanan umat. BIL

Komen via Facebook