Kuasa Hukum Alim Markus: Laporan di Bareskrim, Gunakan Keterangan Palsu

400
Laporan di Bareskrim menggunakan keterangan palsu dan itu penistaan yang dilakukan untuk memutarbalikkan fakta dan merusak reputasi Alim Markus. Pengacara Tri Hartanto dkk menunjukkan bukti-bukti dalam perkara sengketa lahan di Pantai Balangan, Jimbaran yang merugikan bos PT Maspion, Alim Markus Rp210 miliar (Klikpena.com/ist)

Denpasar, Klikpena.com – Bos PT Maspion Grup Surabaya, Alim Markus dilaporkan oleh I Wayan Wakil melalui kuasa hukumnya, Togar Situmorang ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis (20/9) lalu. Laporan Wayan Wakil,  LP Nomer STTL/949/IX/2018/Bareskrim tersebut, Alim Markus diduga melakukan penipuan dan penggelapan atas jual beli tanah di Pantai Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung seluas 38.650 m2.

Pasca dilaporkan di Bareskrim Mabes Polri, bos PT Maspion Grup Surabaya ini langsung bereaksi dan melakukan perlawanan. Melalui kuasa hukumnya, Tri Hartanto, dkk, dengan tegas mengatakan, pelapor dalam laporannya di Bareskrim Mabes Polri menggunakan keterangan palsu.

Dikatakan, Tri Hartanto, ada tiga keterangan palsu yang dituduhkan  Wayan Wakil melalui kuasa hukumnya, Togar Situmorang dalam laporannya kepada bos PT Maspion.  Tuduhan tersebut adalah melakukan penipuan, melakukan balik nama tanah di Pantai Balangan dan melakukan pemaksaan kepada pelapor untuk membayar kembali uang pembelian tanah senilai Rp210 miliar. “Untuk tuduhan penipuan kami sudah lebih dulu buat laporan di Polda. Karena kami yang dirugikan atas terbitnya dua sertifikat di atas tanah tersebut,” tegasnya.

Sementara tuduhan melakukan balik nama tanah juga dibantah. Dijelaskan, Alim Markus baru mengetahui ada dua sertifikat setelah pembayaran tanah tersebut selesai. Kasus ini sendiri sudah ditangani Polda Bali yang kini sudah masuk dalam tahap penyidikan. “Kami pihak yang paling dirugikan dalam dugaan pemalsuan ini,” lanjutnya.

sedangkan  tuduhan pemaksaan kepada pelapor juga disebut memutar balikkan fakta. Pasalnya, pelapor I Wayan Wakil dan kuasa hukumnya Togar Situmorang yang sebenarnya menjanjikan kepada Alim Markus untuk mengembalikan uang yang sudah dibayarkan atas pembelian tanah di Pantai Balangan Rp210 miliar.

Tidak hanya itu, atas dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan Wayan Wakil di Bareskrim Mabes Polri, Alim Markus berencana melakukan laporan balik dengan tuduhan membuat keterangan palsu dan penistaan yang dilakukan untuk memutarbalikkan fakta dan merusak reputasi Alim Markus. “Untuk rencana lapor balik, saat ini kami sedang koordinasi untuk melakukan itu,” pungkas Tri Hartanto.  DM

Komen via Facebook