Beh, Caleg Tersangka Pungli Ini “Dilepas” Polisi

28

Denpasar, Klikpena.com
Polisi menetapkan Bendesa (Kepala Desa Adat) Jungubatu, Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali berinisial KG, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli) kepada pengusaha speed boat, Sabtu (22/9/2018) lalu.

Usai diperiksa, KG kemudian ditahan oleh polisi. Hanya saja, penyidik Dit Polair Polda Bali kemudian “melepas” kembali KG, yang belakangan diketahui calon anggota DPRD Kabupaten Klungkung Dapil Nusa Penida.

Tersangka KG saat diinterogasi petugas ketika ditahan beberapa waktu lalu. [foto: istimewa]

Wadir Pol Air Polda Bali, AKBP Bambang Wiriawan, saat dikonfirmasi terkait hal ini, membenarkan bahwa pihaknya “melepas” KG setelah kuasa hukumnya mengajukan surat penangguhan penahanan.

Pihaknya mengabulkan penangguhan penahanan tersebut, atas jaminan dari pengacara dan pihak keluarga tersangka. Namun ia membantah penangguhan penahanan dilakukan karena yang bersangkutan tampil sebagai caleg.

“Tidak ada hubungan antara penangguhan dengan dia caleg dari Partai Gerindra,” ujar AKBP Bambang Wiriawan.

Dikatakan, meski penahanannya telah ditangguhkan, namun jika suatu waktu polisi membutuhkan keterangannya, maka KG akan kembali dipanggil. Termasuk jika diperlukan untuk penyelidikan terkait aliran sejumlah dana hasil pungli.

Sebelumnya, KG ditetapkan sebagai tersangka setelah pihak penyidik meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak saksi ahli. Sebelum ditetapkan sebagai tersangka,  pihak kepolisian sempat memberikan surat panggilan terhadap tersangka. Namun KG mangkir.

Kemudian, polisi memutuskan untuk melakukan jemput paksa dan diperiksa sebagai tersangka, Kamis (13/9/2018). Setelah menjalani pemeriksaan, KG langsung ditahan.

Kasus ini terungkap berawal saat Kepolisian Daerah (Polda) Bali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang, MS (40) selaku penerima uang dan WAM (36) yang menyerahkan uang pada tanggal 12 Agustus lalu di Kantor Scoot Fast Cruises di Jalan Hang Tuah, Nomor 27 Sanur Kaja, Denpasar.

Dari OTT itu, diketahui ternyata MS telah melakukan pungutan liar terhadap belasan perusahaan speed boat yang mengantarkan wisatawan ke Desa Jungutbatu, Lembongan.

Para pengusaha dimintai uang belasan hingga puluhan juta rupiah setiap bulannya. Bahkan dana pungutan yang mengatasnamakan Desa Jungutbatu tersebut mencapai miliaran rupiah, namun tak jelas peruntukannya. (mse)

Komen via Facebook