Penanganan Gempa Lombok Masuk Tahap Pemulihan

58
Kerusakan Bangunan akibat gempa di Kecamatan Pemenangan, Lombok Utara, NTB, Foto: Istimewa

Lombok, Klikpena.com
Setelah 20 hari masa tanggap darurat pasca gempa yang mengguncang wilayah Lombok, NTB pada 05 Agustus lalu, penanganan gempa Lombok kini memasuki tahap transisi darurat atau pemulihan. Hal ini diputuskan dalam rapat koordinasi di Posko Tanggap Darurat Penanganan Gempa Lombok di Tanjung Kabupaten Lombok Utara jumat (24/8/2018) petang.

“Status transisi darurat ke pemulihan adalah keadaan dimana penanganan darurat bersifat sementara atau permanen berdasarkan kajian teknis dari instansi yang berwenang. Dengan tujuan agar sarana prasarana vital serta kegiatan sosial ekonomi masyarakat segera berfungsi, yang dilakukan sejak berlangsungnya tanggap darurat sampai dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai” ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Baca Juga: JK: Pemerintah Bangun Rumah Tahan Gempa di Lombok

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Foto: Ist

Menurut Sutopo, Saat ini masih dibahas periode transisi darurat ke pemulihan untuk penanganan dampak gempa Lombok. Selanjutnya akan ditetapkan oleh Gubernur NTB melalui surat keputusan penetapan transisi darurat ke pemulihan penanganan dampak gempa Lombok.

“Dalam konteks penanganan darurat bencana gempa Lombok, tahap transisi darurat ke pemulihan itu masih dalam status keadaan darurat. Jadi ini masalah administrasi sejaka. Sebab sesuai dengan Peraturan Pemerintah Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, pada penjelasan pasal 23 ayat (1) yang dimaksud status keadaan darurat bencana adalah sejak status siaga darurat, tanggap darurat, dan transisi darurat ke pemulihan” papar Sutopo

Aparat TNI membantu warga korban Gempa Lombok Guncang Lombok, Foto: Humas BNPB

Baca Juga: Kementrian PUPR akan Latih Warga Bangun Rumah Tahan Gempa

Selama masa transisi darurat, bantuan kebutuhan lanjutan yang belum dapat diselesaikan pada saat tanggap darurat dapat diteruskan, seperti hunian masyarakat yang rumahnya hancur dan hilang akibat longsor. “Untuk pemulihan segera difungsikan sarana dan prasarana vital. Selain itu, biaya pengganti lahan, bangunan dan tanaman masyarakat, kebutuhan air bersih dan sanitasi, kebutuhan pangan, sandang, pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar lanjutan setelah tanggap darurat bencana berakhir’ jelas Sutopo.

Pelayanan kesehatan tetap digelar untuk memberikan layanan kesehatan dan perlindungan pada masyarakat. dengan menyiapkan fasilitas kesehatan, yakni RSUD Tanjung, 8 Puskesmas di Lombok Utara dan 2 Puskesmas di Lombok Timur. Tercatat 21.328 pasien dampak gempa Lombok sudah ditangani oleh Tim Pelayanan Kesehatan TNI.

Bantuan Logistik bagi korban gempa lombok diangkut Helikopter TNI, Foto: Humas BNPB

Baca Juga: Pangdam IX Udayana Pantau Gempa Lombok

Data Posko BNPB, tercatat 555 orang meninggal dunia yakni; Kabupaten Lombok Utara 466 orang, Lombok Barat 40 orang, Lombok Timur 31 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 9 orang, Sumbawa Besar 5 orang, dan Sumbawa Barat 2 orang.. Sementara 390.529 warga masih mengungsi yakni; Kabupaten Lombok Utara 134.235 orang, Lombok Barat 116.453 orang, Lombok Timur 104.060 orang, Lombok Tengah 13.887 orang, dan Kota Mataram 18.894 orang. (EL)

Komen via Facebook