200 Pemuda Bali Dibekali Pengetahuan Anti Narkoba

28
Ratusan Pemuda Bali saat mengikuti Pelatihan Kader Inti, Pemuda Anti Narkoba 2018, di Hotel Mega Boutiq, Kuta-Bali. Foto: Ambros Boly

Denpasar, Klikpena.com
200 Pemuda dari 5 kabupaten/kota se-Bali dibekali pengetahuan anti narkoba dan progam Pelatihan Kader Inti Pemuda Anti Narkoba 2018, di Hotel Mega Boutique, kawasan wisata Kuta Bali. Para peserta ini didominasi pemuda asal kabupaten tabanan, karena animo pemuda di kota Denpasar dan Kabupaten Badung dinilai sangat rendah untuk mengikuti kegiatan ini.

“Jumlah peserta yang hadir 200 orang, yang mendaftar lebih dari 200 tapi sebagian dengan sangat terpaksa kami pulangkan karna kalau kami teruskan maka kami tidak sanggup bayar. Peserta ini terdiri dari 5 kabupaten kota yaitu; kota Denpasar, kabupaten badung, kabupaten Tabanan, kabupaten Gianyar dan kabupaten Klungkung” ujar Yari Isnaeni, Ketua Panitia saat membacakan laporan panitia pada seremonial pembukaan Senin (24/09/2018) petang.

Ketua Panitia, Yari Isnaeni saat Pembukaan Pelatihan Kader Inti, Pemuda Anti Narkoba 2018, di Hotel Mega Boutiq, Kuta-Bali. Foto: Ambros Boly

Sementara itu Asisten Deputi Peningkatan Wawasan Pemuda, Kemenpora, Arifin Majid mengatakan, program ini merupakan langkah dari menerjemahkan statemen Presiden Jokowi terkait Indonesia Darurat Narkoba. Sehingga dalam tiga tahun terakhir, Kemenpora bekerjasama dengan Kemenko PMK dan Propinsi setempat untuk menggelar berbagai kegiatan pembekalan anti narkoba di kalangan pemuda.

“Kegiatan pembentukan kader pemuda anti narkoba da nisi semua seluruh Indonesia, hanya saja keterbatasan anggaran sehingga setiap tahun kita gelar di 3 propinsi dari target 34 propinsi. Tahun 2017 lalu sudah kita gelar di 10 propinsi wilayah pulau. Tahun 2018 kita di propinsi Aceh, Bali dan DKI Jakarta. Nanti tahun 2019 kita gelar di Bangka Belitung, Kalimatan Timur dan Sulawesi Tenggara” ujarnya.

Baca Juga: The Blangkon Kampanye Anti Narkoba Dengan Musik

Pembukaan Pelatihan Kader Inti, Pemuda Anti Narkoba 2018, di Hotel Mega Boutiq, Kuta-Bali. Foto: Ambros Boly

Dalam kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang kepemudaan Kemenko PMK, Alfredo Sani Fenat mengatakan, peredaran narkoba saat ini sudah masuk ke semua kalangan di tanah air, karena sejumlah wilayah seperti petani dan pekerja buruh sudah menggunakan narkoba. Karena itu semua lapisan masyarakat memiliki tanggungjawab yang sama termasuk kalangan pemuda, memiliki cara masing-masing memerangi narkoba dan hal ini menjadi perhatian pemerintah untuk terus bersinergi mencegah penyelahgunaan narkoba.

“Kegiatan ini harus berkelanjutan sehingga pasca pelatihan kader ini pemuda anti narkoba ini harusnya ditindaklanjuti oleh pemerintah propinsi dan kabupaten, sehingga didampingi oleh pemerintah para relawan ini bisa mencetak relawan lagi. Para relawan ini juga dibekali kemampuan pemberdayaan, sehingga dia mampu mempengaruhi teman-temannya untuk menjauhi narkoba” pungkasnya. (EL)

Komen via Facebook