Rupiah Melemah, Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat

55

“Eko Cahyono: Jangan Samakan dengan Krisis Tahun 1999”

Denpasar, Klikpena.com
Pengusaha Property dan Ekonomi Kreatif, Eko Budi Cahyono mengatakan, kalau rupiah saat ini melemah dan dolar menguat, sesungguhnya kondisi ini berbeda dengan krisis ekonomi di tahun 1998 dan 2008. “Fundamental ekonomi Indonesia sudah kuat. Kuatnya itu karena ditopang oleh beberapa hal. Pertama; Jaman itu dolar naik dari Rp2000 menjadi Rp 15.000. Saat itu karena inflasi yang besar. Sekarang ini inflasi cuma 3,3 persen, sangat jauh. Walau dolar kemarin naik satu kwartal pertama hampir 3-4 persen,” ujarnya saat ditemui di kantornya di Jalan Gunung Lumut, Denpasar, Selasa (25/9)

Rupiah melemah Dolar menguat akibat Amerika menarik investasi

Menurut calon legislatif DPR RI Dapil Bali ini,  kenaikan dolar saat ini masih sangat jauh dari masalah, sehingga kalau dibilang krisis seperti tahun 1999 itu sangat jauh sekali dan tidak mungkin terjadi. Karena kekuatan ekonomi Indonesia ditopang oleh beberapa pilar.  Diantaranya devisa dari sumber sumber yang kuat seperti alam. Beda dengan lain. Kalau sumber sumber devisa ini cenderung lemah karena industri dan pariwisata. “Contoh, Indonesia kemarin surplus B2 (bahan bakar biodisel), artinya apa?  20 persen itu akan menyerap devisa Indonesia yang tadinya diekspor,  masuk lagi ke Indonesia. Kekuatan dolar sama rupiah, di Asia ini, rupiah paling kuat. Rupiah sangat kuat. Tidak mungkin gara-gara pelemahan rupiah Indonesia kolaps. Sangat jauh dari itu. Apalagi, Direktur IMF mengatakan, Indonesia sangat kuat fundamental ekonominya,”beber calon legislatif dari PKB ini.

Apa stimulus yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi pelemahan rupiah ini? Pendiri PKB di Bali era reformasi ini menjawab, teorinya sangat sederhana yakni intervensi Bank Indonesia dalam menghadapi nilai rupiah ini, hukumnya wajib. Di negara manapun, namanya stabilitas keuangan itu diutamakan. Terutama nilai rupiah sama dolar. Kenapa dolar kuat? Karena Amerika cenderung menarik dolar dengan teori, ingin menguatkan infrastruktur pendapatan ke dalam negeri. Bantuan bantuan ke luar negeri sekarang ditarik. Sumbangan sosial di perbatasan Amerika ditarik,  dan memisahkan antara orang tua sama anaknya.

Eko Cahyono Caleg DPR RI Dapil Bali dari PKB

“Ini sangat mempengaruhi investasi,  terutama perang dagang antara China dan Amerika. Surplusnya China ke Amerika sudah tidak ada ukurannya, makanya Amerika secara teori, tidak mungkin membiarkan  ini. Untuk itu, diseimbangkan dengan menarik semua investasi. Supaya barang-barang Amerika murah. Akibatnya apa, dolarnya naik. Karena biaya transaksi dunia menggunakan dolar, termasuk Indonesia rupiahnya melemah. Tapi melemahnya rupiah itu, karena  ada ekspor dan import yang tak seimbang,”tandas Eko.

Sebagai pengusaha property memang merasakan melemahnya rupiah. “Kalau properti, dolar naik bisnis properti akan turun. Di properti usaha ini sifatnya memerlukan banyak tenaga atau bahan baku. Komponen properti ini lebih dari 2 ribu. Kenapa menurun,  karena daya beli dipengaruhi oleh pendapatan. Orang malas membeli. Tapi dari sisi pengusaha ekonomi kreatif aman-aman saja,” ucapnya abi

Komen via Facebook