Dampak Dari Dolar Naik Bisnis Property Nasional Lesu

82
Para Pengusaha Bali saat menghadiri Sosialisasi Undang-undang Perdagangan di Hotel Mercure, Kuta Bali selasa (25/09/2018) siang. Foto: Ist

Kuta, Klikpena.com
Sekitar 100 orang pengusaha, mengikuti sosialisasi Undang-undang perdagangan di Hotel Mercure, Kuta Bali Selasa (25/9) siang. Para pengusaha ritel dan toko modern yang tergabung dalam Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (AREBI) Bali ini, diberikan pemahaman tentang kebijakan dibidang distribusi tidak langsung serta pembinaan dan pengawasan pelaku usaha jasa perdagangan di bidang jasa perantara perdagangan property.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri,Tjahya Widjayanti , memaparkan peran staregis Kementrian Perdagangan Tahun 2015-2019 sebagai penjabaran agenda Nawa Cita Pemerintahan Jokowi-JK, khususnya dalam mendukung sasaran strategis agenda pembangunan nasional di bidang ekonomi dalam mengembangkan kapasitas perdagangan nasional tersebut, Kementrian Perdagangan mengembangkan tiga misi dalam membangun sektor perdagangan, yaitu meningkatkan pertumbuhan kinerja perdagangan luar negeri yang berkelanjutan, meningkatkan perdagangan dalam negri yang bertumbuh dan berkualitas serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di sektor perdagangan.

“Saya berharap, dengan adanya kegitan ini dapat bermanfaat bagi dunia usaha dan para aparatur pemerintah di daerah, sehingga para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan semua kebijakan Kementrian Perdagangan pada wilayah masing-masing,” ujar Tjahya Widjayanti.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri,Tjahya Widjayanti saat memaparkan peran staregis Kementrian Perdagangan Tahun 2015-2019, kepada 100 pengusaha di Hotel Mercure Kuta Bali, Selasa (25/09/2018) siang. Foto: Ist

Widjayanti mengapresiasi seluruh peserta dan jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Sehingga roda perekonomian terus bergerak terutama dibidang property yang mengalami lesu darah akibat nilai tukar dolar ngamuk melangit.Namun untuk Bali khususnya di dunia pariwisata pasar properti tidak terlalu mengalami penurunan dratis.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, I Putu Astawa mengatakan, perdagangan di Bali didominasi oleh sektor tersier yakni sebesar 70 % dan leading sektornya yaitu Pariwisata.Sedangkan pertumbuhan ekonomi di Bali lebih tinggi dari pertumbuhan nasional.

Astawa menambahkan, di Bali saat ini masih kendala dengan kebutuhan terhadap barang inport, karena dunia usaha perdagangan di Bali semakin kompetitif dan harus bisa mampu bersaing dan tertib berniaga. “Bagaimana masyarakat Bali harus bisa mencintai produk-produk lokal. Kami di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali setiap hari melakukan pengecekan terus terhadap harga di pasaran,” terang Kadis.

Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono, mengatakan,Usaha Perusahaan Perantara Perdagangan Properti (P4) saat ini meliputi Jasa jual beli properti, Jasa sewa menyewa properti, Jasa penelitian dan pengkajian properti, Jasa pemasaran properti dan/atau Jasa konsultasi dan penyebaran informasi properti.

Dikatakan, objek Pengawasan yang dilakukan Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan harus Memiliki SIUP4, memiliki Tenaga Ahli tersertifikasi, Kantor pusat minimal 2 (dua) orang, Kantor cabang minimal 1 (satu) orang, Memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) apabila berbentuk Waralaba.

Sedangkan Ketua DPD AREBI ( Asosiasi Real Estate Broker Indonesia) Bali yang juga pengacara senior, I Putu Subada Kusuma yang juga menyebutkan anggota AREBI Bali saat ini 50 Perusahan. Kegiatan dihadiri Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementrian Perdagangan RI. Sekretaris Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag. Direktur Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kemendag. Direktur Tertib Niaga Kementrian Perdagangan. Kadis Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Para Pejabat dan Aparatur Daerah di Lingkungam Pemprov Bali serta para DPD AREBI Bali. (EL)

Komen via Facebook