Sukseskan Program Go Green Merah Putih, Lapas Krobokan siapkan 20 Ribu Bibit Mahoni

21
Bibir Pohon Mahoni yang disiapkan di Lapas Krobokan Denpasar. Foto: Ambros Boly

Denpasar, Klikpena.com
Menindaklanjuti program merah putih yang dicanangkan Dirjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan Ham, Lapas Krobokan Denpasar menyiapkan 20 ribu bibit pohon Mahoni. Kegiatan yang melibatkan para napi ini sebagai bentuk pegabdian masyarakat dengan kegiatan Go Green atau penanaman pohon di seluruh wilayah Bali.

“Tahun 2018 kita masih punya 5.300 pohon yang akan didistribusikan di desa Bona gianyar tanggal 3 Desember, desa Babakan gianyar nanti tanggal 8 Desember. Setelah itu kita akan berkolaborasi dengan pemkot Denpasar dengan 100 pohon, tapi lokasi penanaman masih dikoordinasikan. Dan akan ada 1000 pohon di Tanjung Benoa dan 500 pohon di Canggu” papar Kalapas Krobokan, Tony nainggolan di sela-sela Bali Prison Musik Festival yang digelar di Aula Lapas Krobokan, Sabtu (24/11/2018) siang.

Baca Juga: JPKP dan Lapas Krobokan Tanam 1000 Pohon Mahoni di Pantai Saba Gianyar

Kalapas Krobokan, Tony Nainggolan menyerahkan pohon mahoni kepada bendesa adat Saba, I Gusti Ngurah Mahendra Dinata di Pantai Saba Gianyar, Jumat (23/11/2018) pagi.Foto: Ist

Kalapas Berharap, masyarakat dapat menikmati apa yang dilakukan para napi lapas krobokan, karena saat penanaman pohon pasukan merah putih yang berjumlah 55 orang napi berbaur dengan masyarakat.

“Saat ini kita bibitkan 20 ribu pohon mahoni dan 5 ribu bibit pohon pinang, sementara tahun 2017 lalu kita sudah bibitkan 17 ribu pohon dan sudah ditanam ke seluruh wilah Bali. Mulai dari mamasukan bibit mahoni ke poliback, hingga perawatan sebelum didistribuikan semuanya dilakukan para narapidana dan diawasi oleh petugas kami” ujar pria yang akrab disapa Tony ini.

Bibir Pohon Mahoni yang disiapkan di Lapas Krobokan Denpasar. Foto: Ambros Boly

Seluruh biaya program Go Green ini didukung oleh Group Band Antrabez yang beranggotakan para napi lapas Krobokan, yang selama ini menghasilkan dana sekitar 70an juta rupiah dari hasil manggung. Dana yang ditampung managemen ini dipergunakan untuk membantu proses pengiriman bibit dari Sumatera Utara dan proses pembibitan di lapas hingga distribusi ke titik penanaman. (EL)

Komen via Facebook