Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Bali Gelar Bali Prison Music Festival

94
Kakanwil Kemenkumham Bali, Maryoto Sumadi tampil di panggung Bali Prison Music Festival 2018, diiringi para musisi Group band Antrabez hasil binaan Lapas Krobokan Denpasar, Sabtu (24/11/2018) siang. Foto: Ambros Boly

Denpasar, Klikpena.com
Berada di balik jeruji besi, bukan berarti mereka tidak bisa berkarya. Hal ini ditunjukan oleh puluhan Narapidana di seluruh Lapas dan Rutan se-Bali, yang mengikuti Bali Prison Music Festival (BPMF) di Aula Lapas Krobokan Denpasar Sabtu (24/11/2018) siang. Dengan keahlian bermain musik dan tarik suara, para napi mengisi kesibukan selama berada dalam tahanan dengan berlatih musik dan bernyanyi.

“Kegiatan yang pertama kali diselenggarakan di lembaga pemasyarakatan Indonesia yang kita beri judul Bali Prison Music Festival 2018. Di Lapas amupun rutan banyak bibit-bibit unggul, dikaitkan dengan pembinaan warga binaan untuk mempersiapkan warga binaan agar siap nanti setelah bebas bisa berkontribusi, bisa mendukung dan melaksanakan isi dari pembangunan nasional dengan kemampuan mereka masing-masing” ujar Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham Bali, Maryoto Sumadi didampingi Kadiv Pas, Slamet Prihantara dan Kalapas Krobokan Denpasar, Tony Nainggolan, di sela-sela pagelaran BPMF yang digelar di Aula Lapas Krobokan Denpasar, Sabtu (24/11/2018) siang.

Kakanwil Kemenkumham Bali, Maryoto Sumadi didampingi Kadiv Pas, Slamet Prihantara dan Kalapas Krobokan Denpasar, Tony Nainggolan, saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu (24/11/2018) Foto: Ambros Boly

Selain itu, Kakanwil berharap, para napidapat menghasilkan uang untuk kepentingan pribadinya setelah bebas dari Rutan maupun Lapas. Kegiatan ini juga diharapkan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan, karena warga binaan sibuk dengan kreatifitas positif selama berada dalam tahanan.

“Kalau mereka sibuk, kita berharap mereka tidak akan lagi melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak kita inginkan bersama. Berbagai pembinaan diantaranya ada pembinaan di bidang pertanian, bidang perkebunan, perikanan, pertukangan kemudian kesenian. Nah hari ini pembinaan bidang kesenian karena kita melihat banyak warga binaan yang mampu di bidang seni music maupun tari suara” jelas Kakanwil.

Penampilan warga Binaan Lapas Krobokan Denpasar, saat mengiringi lagu kedua Kakanwil Kemenkumham Bali, Maryoto Sumadi, Sabtu (24/11/2018) Foto: Ambros Boly

Para peserta festival music dinilai beberapa kriteria terdiri dari Skill atau keahlian, Harmonisasi dan Penampilan. Festival kali ini, Antida Music Productions yang menjadi pelopor Festival menghadirkan 5 orang Dewan Juri yakni masing-masing; Anom Darsana, Erick EST, JRX SID, Made Adnyana dan Octav Sicilia.

Tampil sebagai juara 1 dalam Bali Prison Music Festival 2018, diraih oleh Group Band INJEKSI dari Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli. Sementara juara 2 diraih Group Band MORE FAME dari Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar dan juara 3 diraih oleh Group Band JERBEST dari Lapas Kelas IIB Tabanan. Para pemenang diberikan hadiah berupa uang pembinaan, video clip dan plakat. (EL)

Komen via Facebook