Kinerja Kejati Bali Selamatkan Rp12 Miliar Uang Negara

85
Kajati Bali, Amir Yanto (Kiri) didampingi Asintel, Bayu A Arianto menjelaskan, selama setahun ini kejaksaan di Bali sudah menyelamatkan keuangan negara senilai Rp12 miliar lebih (Dickmina)

DENPASAR, klikpena.com – Tim  Pengawalan dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan se- Bali selama kurun waktu Januari – Juli 2018 sudah   melakukan pendampingan sebanyak 340 kegiatan pembangunan di pemerintahan. Pendampingan ini sebagai upaya pencegahan terjadinya penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bali, Amir Yanto didampingi Asintel, Bayu A Arianto, disela – sela acara syukuran Hari Bhakti Adhyaksa ke -58, Senin (23/7) mengungkapkan, TP4D di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) di 9 kabupaten/kota se-Bali telah melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap 340 kegiatan pembangunan yang bersumber dari pembiayaan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dengan nilai total sebesar Rp 2,8 triliun lebih.

Dijelaskan, Amir Yanto, rincian dari kegiatan pengawalan dan pengamanan tersebut antara lain, TP4D Kejati Bali 16 kegiatan pembangunan dengan total Rp1.318.037.602.016. Sedangkan untuk TP4D Kejari se-Bali, sebayak 324 kegiatan pembangunan dengan total nilai sebesar Rp1,538.051.487.719.

Selain TP4D yang dilakukan kejaksaan  di bidang Intelijen, kejaksaan se-Bali selama tahun 2018  juga melakukan kegiatan dibagian Tindak Pidana Umum (Pidum), Tindak Pidana Khusus (Pidsus), bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) serta bidang Pengawasan.

Kinerja untuk bidang Pidum, pihak kejaksaan telah melakukan penuntutan, dalam kasus narkotika yang menyita perhatian masyarakat. “Penuntutan  4 terdakwa dalam kasus nerkotika 19 ribu ekstasi. Kejaksaan menuntut seumur hidup dan vonis hakim PN Denpasar, 20 tahun. Kasus kedua adalah penuntutan dengan terdakwa wakil ketua DPRD Bali. Kejaksaan menuntut 15 tahun dan divonis 12 tahun penjara,” jelas Amir Yanto.

Sedangkan untuk Pidsus, tahun 2017-2018, ada total 45 penyidikan perkara korupsi (Kejati sebanyak 28 perkara, dan Kejari se-Bali 17 perkara) dengan penuntutan sebanyak 43 perkara. ”Dalam kasus korupsi, kejaksaan di Bali  sudah menyelamatkan keuanganan negara sebesar Rp 12 miliar lebih atau tepatnya Rp 12.363.642.838,” ungkap Amir Yanto..

Bidang Datun melalui Jaksa Pengacara Negara (JPN) sudah menyelamatkan keuangan negara  sebesar Rp7,5 miliar dan pemulihan keuangan negara sebesar Rp107.261.000. Sebagai pengacara negara, bidang Datun  beberapa waktu lalu memenangkan gugatan terkait kepemilikan Istana  Tampak Siring. “Dengan demikian, Istana Tampak Siring sekarang adalah milik pemerintah,” ungkap Amir Yanto.

Sementara  di bidang pengawasan, dari total 9 laporan,  Kejati Bali telah melakukan penindakan dengan menjatuhkan hukuman bagi 3 oknum jaksa nakal berupa hukuman disiplin pembebasan dari jabatan struktural, penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama 3 tahun dan teguran lisan. “ Selain itu, masih ada  enam laporan yang saat ini  dalam proses,” pungkas Amir Yanto.   Dickmina

Komen via Facebook