Labuan Bajo Harus Belajar dari Bali

118

Pariwisata Labuan Bajo Manggarai Barat, dengan unggulan binatang langka Komodo dan berbagai pemandangan alamnya yang eksotik, memang masih terbilang baru seumur jagung secara nasional maupun manca negara. Tetapi potensi untuk menjadi daerah pariwisata unggulan di kawasan Bali Nusra, luar biasa. Tiggal mengelola infrastruktur dan SDM saja, Labuan Bajo bakal mengikuti ketenaran pariwisata Bali.

Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong (ketiga dari kanan) saat menerima rombongan Forum Kehumasan Provinsi Bali di kantor Bupati Menggarai Barat, Labuan Bajo

LABUHAN BAJO-Klikpena.com

Itulah salah satu kesan yang terekam dari kunjungan Forum Kehumasan Provinsi Bali belum lama ini ke pintu masuk pariwisata Nusa Tenggara Timur tersebut.
Menyadari potensi yang luar biasa seperti itu, Pariwisata Labuan Bajo di kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), kian menggeliat. Tak heran jika dalam waktu yang cukup singkat –sejak 2011, Labuhan Bajo menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari, wisata petualangan di alam natural.
Tak kurang, Wakil Bupati Manggarai Barat Maria Geong mengakui, sektor pertanian dan peternakan yang dulunya menjadi andalan kabupaten termuda di NTT ini, kini pelan tapi pasti digeser oleh sektor pariwisata. Bahkan, hampir 40% PAD Manggarai Barat kini disumbangkan oleh sektor pariwisata.
“Untuk tahun 2019 kami ditargetkan mendatangan 500 ribu wisatawan oleh bapak Jokowi dan NTT secara keseluruhan 1,5 juta wisatawan. Kami optimis target itu akan tercapai. Tentunya kami tetap berharap mendapat limpahan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara dari Bali,” papar Maria Geong saat menerima rombongan Forum Kehumasan Provinsi Bali yang melakukan kunjungan ke Manggarai Barat selama tiga hari, 4-6 September 2018.
Saat itu ia didampingi Asisten II dan III, Kabid Perencanann Bappeda Litbang, Sekretaris Kominfo, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Manggarai Barat. Rombongan diterima di ruang pertemuan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.

Beberapa anggota rombongan Forum Kehumasan Provinsi Bali saat menumpang perahu menuju Pulau Padar dan pulau Rinca

Lebih jauh, Maria Geong mengatakan, pihaknya kini terus menata kepariwisataan, termasuk memberikan kemudahan-kemudahan bagi investor yang ingin berinvestasi di Manggarai Barat. Diakui, Manggarai Barat masih harus belajar banyak dalam mengelola dan memanage kepartiwisataan. “Untuk itu, kami sangat ingin nantinya juga belajar ke Bali,” paparnya sembari menambahkan potensi kebaharian yang ditunjang 264 pulau sangat potensial digarap untuk menggaet wisatawan, khususnya wisatawan yang menyukai petualangan di alam natural.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Ir. Agus Suryawan, M.Si, yang memimpin rombongan Forum Kehumasan Bali mengatakan, kunjungan ini dalam rangka kegiatan peningkatan kapasitas humas provinsi, kabupaten/kota dan instansi vertikal tahun 2018 yang melibatkan keseluruhan pejabat pengelola informasi di Provinsi Bali. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka singkronisasi informasi kepada masyarakat, sehingga diharapkan informasi pemerintah yang disampaikan kepada masyarakat dapat dimanfaatkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kunjungan ke Labuhan Bajo Kabupaten Manggarai Barat, NTT, ini dalam rangka melihat dari dekat program pengembangan pariwisata bahari, yang pada saat ini mengalami peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan Nusantara. Tahun 2017 misalnya, mendatangkan kunjungan wisatawan manca negara mencapai 250 ribu orang, sehingga berdampak pada pembangunan sarana pendukung pariwisata seperti hotel, restoran yang memberikan efek pada peningkatan pendapatan daerah yang sangat signifikan.

Rombongan Forum Kehumasan Provinsi Bali menikmati pemandangan eksotik gugusan pulau yg mengitari Labuan Bajo sambil merasakan sensansi deburan ombak dari atas kapal penyeberangan

Sementara dalam sesi dialog yang dipandu Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik Diskominfos Bali IBKA Ludra, Maria Geong mengatakan, pihaknya juga bangga dengan ditetapkan Kabupaten Manggarai Barat sebagai Kota Pancasila. Karena masyarakatnya terdiri dari berbagai suku dan daerah se-Indonesia, dengan berbagai adat dan budaya serta agama yang dikembangkan sesuai dengan daerahnya telah menambah uniknya dan berkembangnya Kabupaten Manggarai Barat, paparnya.
Sementara itu, selama di Manggarai barat, rombongan yang berjumlah 35 orang melakukan kunjungan ke Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Kelor dan Goa Cermin, yang masing-masing memiliki spot paiwisata yang sangat menjanjikan. R-002

Komen via Facebook