Jual Tembakau Gorila, Dihukum 5,5 Tahun Penjara

76
Setelah berkonsultasi dengan tim kuasa hukumnya, terdakwa Mario Angelo Nasution, menyatakan menerima hukuman 5 tahun dan 6 bulan penjara yang dijatuhkan majelis hakim yang di ketuai, I Wayan Kawisada kepada dirinya dalam sidang yang digelar, Kamis (23/8) di PN Denpasar (klikpena/Dickmina)

Denpasar, klikpena.com – Terbukti secara tanpa hak atau melawan hukum menawarkan, menjadi perantara dalam jual beli narkotika, terdakwa Mario Angelo Nasution diganjar dengan hukuman 5 tahun dan 6 bulan (5,5 tahun) dalam sidang yang digelar, Kamis (23/8)  di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Vonis majelis hakim yang diketuai, I Wayan Kawisada terhadap terdakwa berusia 28 tahun ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), I Made Lovi Pusnawan. Dalam sidang sebelumnya, jaksa Lovi Pusnawan menuntut terdakwa dalam kasus narkotika jenis tembako Gorilla ini dengan pidana penjara 8 tahun.

Dalam putusannya, majelis haki sepakat dengan JPU, terdakwa Mario Nasution terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Tidak hanya itu, majelis hakim juga membebankan terdakwa untuk membayar pidana denda sebesar Rp1miliar, subsidair 3 bulan kurungan. “Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Mario Angelo Nasution dengan pidana penjara selama 5 tahun 6 bulan, dikurangi sepenuhnya selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp1 miliar. Dengan ketentuan, apa bila tidak dibayar maka diganti dengan 3 bulan kurungan,” tegas Hakim I Wayan Kawisada.

Terdakwa Mario Nasution  melalui penasehat hukum, Desy Purnami dan Tim dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima hukuman yang dijatuhkan majelis hakim sementara jaksa Lovi Pusnawan masih pikir – pikir.

Terungkap dipersidangan, terdakwa Mario Angelo ditangkap,  di kamar kosnya, di Jalan Pererenan, Gang Pandan Sari, Banjar Tumbak Bayuh, Desa Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung. Penangkapan itu berawal ketika terdakwa Mario memesan satu paket narkotika jenis tembakau gorila melalui aplikasi chat di Instagram seharga 5 juta rupiah. Setelah mentransfer dan dikirimkan alamat tempelan, pada tanggal 19 Januari 2018 pukul 19.00 Wita terdakwa mengambil paket narkotika yang terbungkus kotak yang diletakan di dekat JNE, Kapal, Mengwi.

Selanjutnya, terdakwa memecah satu paket tembakau gorila itu menjadi 22 paket plastik klip. Tujuan terdakwa memecah tembakau gorilla itu agar memudahkan untuk menjual. Terdakwa kemudian menyimpan paket tembakau gorila itu di lemari pakaiannya.

Dua hari kemudian, ketika berada di kamar kosnya, terdakwa ditangkap oleh petugas kepolisian dari Satnarkoba Polresta Denpasar. Dalam pemeriksaan yang dilakukan petugas, terdakwa mengaku bahwa narkotika jenis tembakau gorila seberat 104,55 gram adalah miliknya. DM

Komen via Facebook