Petani Ikan Toba Berharap Solusi Pemerintah

43
Petani keramba mengevakuasi jutaan ikan yang mati di Danau Toba. Foto: Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Medan, Klikpena.com
Pasca kematian massal jutaan ikan mas dan mujair di perairan Danau Toba, Sumut, rabu kemarin, para petani mulai mengevakuasi bangkai ikan kamis pagi (23/08/2018). Dilansir Merdeka.com, ratusan keramba yang dikelola petani di Kecamatan Pangururan, Samosir itu milik puluhan petani.

“Ada puluhan petani di sana. Saya punya 6 lobang (keramba). Tapi ada juga yang punya 150 lobang. Mati semua,” kata Roy Malau (34), petani keramba, warga Aek Nihuta, kamis (23/08/2018) siang.

Roy menjelaskan, ikan-ikan yang ada di keramba mulai terlihat lemas pada Senin (20/8/2018) lalu. “para petani sempat berupaya memberikan oksigen, tapi Rabu (22/8) pagi ikan-ikan itu mati,” ungkap Roy.

Hampir semua ikan yang ada pada 6 keramba milik Roy mati, hanya tersisa bibit yang masih kecil. Ikan yang mati umumnya yang siap dipanen dengan kurannya bervariasi. Penyebab kematian massal ikan kali ini belum diketahui dengan pasti, namun Bupati dan petugas dari instansi terkait sudah meninjau lokasi.

“Kami berharap ada solusi dari kejadian ini. Karena kami menggantungkan uang sekolah anak kami dari penghasilan keramba ini,” harap Roy.

Jutaan ikan yang mati di Danau Toba. Foto: Merdeka.com

Saat ini kondisi di tepi danau dipenuhi bau bangkai ikan, yang tengah dievakuasi menggunakan kapal nelayan ke tepi danau. Alat berat sudah didatangkan pemda setempat untuk membantu penguburan ikan di lahan kosong milik warga.

Baca Juga: Ratusan Ton Ikan Mati di Danau Toba

Kematian massal ikan di Danau Toba sudah berulang kali terjadi. Pada 2004, ikan mati massal di kawasan Haranggaol karena virus herves koi. Lalu, pada Mei 2016, lebih dari 1.000 ton ikan mati, tetapi diinformasikan bukan karena penyakit. Pada awal 2017 juga terjadi kematian massal ikan di kawasan Tongging dan Silalahi. (EL)

Komen via Facebook