Ketua BTB:Kami  Tidak Ambil Keuntungan

56

Denpasar, Klikpena.Com Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali/Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana membantah, bahwa “deal-deal” yang dilakukan dengan mafia Tiongkok secara rahasia, untuk kepentingan bisnisnya. Karena sebelumnya sempat beredar kabar pertemuan itu untuk kepentingan bisnis Ketua BTB yang juga bergerak di bidang watersport dan diskotik yang juga menyasar market Mandarin dan Tiongkok. “Keuntungan gimana, kita ini ngayah lho… jadi saya (melakukan) berangkat dari niat baik,” katanya di The Village Cusiana Italiana Restaurant, Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Senin (22/10).

Ketua GIPI Bali, Ida Bagus Agung Partha

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya menegaskan, pertemuan dengan para pelaku tersebut merupakan permintaan dan inisiatif mereka. “Mereka yang ingin ketemu saya. Karena dari penuturan mereka, selama ini tidak ada yang membimbing dan memberitahu tentang aturan di Indonesia. Jadi kalau tidak diatur ini bisa liar, namanya juga pedagang, ya seperti itu,” sebutnya. Sementara terkait dugaan menelikung Pemerintah Bali dalam mengambil keputusan dengan pertemuan tersebut, pihaknya menyatakan tidak berani melakukan perbuatan tersebut. “Saya ndak berani menelikung,” ujarnya singkat.

Langkah BTB Sangat Aneh

Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan, ini langkah yang sangat aneh. Bahkan patut dicurigai, sampai – sampai BTB melakukan pertemuan rahasia, dan membuat kesepakatan dengan pelaku kejahatan. “Aneh kan, kejahatan malah diselesaikan dengan kesepakatan. Misalnya,  ada jualan narkoba, kemudian ketahuan, untuk menyelesaikan diselesaikan dengan kesepakatan, ini aneh. Ini apa – apaan ini, perjanjian tidak boleh bertentangan dengan Undang – undang,”kritiknya.

Ketua Komisi IV DPRD Bali, Nyoman Partha

Misalnya ada satu poin bahwa, pemilik jaringan toko ini mengatakan siap dan berjanji tidak mempekerjakan tenaga kerja asing, yang hanya dengan visa kerja. “Kalau ada pelanggaran atas perjanjian itu, apa BTB bisa mengeksekusi. Misalnya tetap mempekerjakan orang asing, bisa BTB menangkap dan mendeportasi. Kemudian ada pelanggaran pidana, bisa BTB memenjarakan?” cetus Parta.

Dengan kondisi ini Parta meminta agar gubernur, kepolisian, imigrasi segera mengambil langkah. Jangan masalah langsung diselesaikan ke BTB. Sehingga ada kesan, BTB membuka ruang untuk melindungi dengan negosiasi yang tidak dikehaui publik.

“Gubernur, Polisi dan Imigrasi mesti segera bertindak. Tangkap pelaku – pelaku yang menjadi predator pariwisata Bai, kemudian deportasi pekerja asing yang tidak punya hak kerja. Tutup usaha – usaha yang membuat citra Bali rusak,” tegasnya.abi

Komen via Facebook