Lansia Dapat Prioritas Pelayanan RS dan Gratis Masuk Obyek Wisata

55
Ketua Pansus Ranperda Lansia, I Nyoman Parta menjelaskan materi Ranperda kepada Lansia di Wantilan DPRD Bali, rabu siang (22/08), Foto: Istimewa

Denpasar, Klikpena.com
Para Lansia (lanjut usia) mengapresiasi rancangan Peraturan Daerah Provinsi Bali, tentang Kesejahteran Lansia yang tengah dibahas DPRD Bali. Sorak gembira terlihat saat Ketua Pansus Ranperda, I Nyoman Parta, memaparkan muatan materi Ranperda Lansia pada perayaan HUT ke-30 Yayasan Wreda Sejahtera di Wantilan DPRD bali, Rabu (22/08/2018).

Parta menjelaskan Perda Lansia akan menjadi dasar hukum bagi gubernur Bali, Bupati/Walikota dan Kepala Desa seluruh Bali untuk menyusun program tentang kelansiaan. “Selama ini belum program kelansiaan karena tidak ada dasar hukumnya. Perda ini menjadi dasar hukum bagi gubernur dan jajaran OPD, bupati, walikota dan Kepala Desa seluruh Bali untuk membuat program kelansiaan. Sekarang sudah ada dana desa dari pusat, dengan adanya Perda Lansia itu menjadi dasar hukum bagi Kepala Desa membuat program kelansiaan,” papar Parta.

Para Lansia saat mendengarkan pemaparan Ranperda Lansia di Wantilan DPRD Bali, rabu siang (22/08), Foto: Istimewa

Ketua Komisi IV DPRD bali yang juga inisiator lahirnya Ranperda inisiatif Dewan itu melanjutkan, dalam Perda juga akan mengatur pembentukan Karang Lansia di tiap Desa se- Bali. “Kalau untuk anak muda ada Karang Taruna. Nanti akan dibuat Karang Lansia di tiap desa. Itu tempat berkumpul, bukan hanya untuk Lansia tapi juga anak-anak, anak muda dan org tua. Bisa gunakan Balai Desa atau wantilan untuk pertemuan Karang Lansia. Di Bali ada 1448 desa pakraman, dan tiap desa Pakraman ada dua wantilan. Jadi itu tak sulit,” jelas Parta.

Bakal calon anggota DPR RI dari PDI Perjuangan itu mengaku, dalam Perda Lansia juga akan mengatur prioritas bagi Lansia jika berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit. Para Lansia juga dipastikan akan mendapat Kartu Bali Sehat per 1 Januari 2019 mendatang.”Jika sakit dan berobat akan diprioritas pengobatannya di Puskesmas dan Rumah Sakit bagi yang memiliki Kartu Lansia,” kata Parta.

Selain itu, Perda lansia juga mengatur pembebasan tiket masuk kawasan wisata secara gratis di seluruh obyek wisata. “Saya yakin para Lansia punya uang Rp50.000 atau Rp100.000 untuk ongkos perjalanan ke obyek wisata. Tapi kita rancang agar gratis masuk obyek wisata bagi Lansia. Lansia perlu bertamasya ke obyek wisata,” pungkas Parta disambut tepuk tangan meriah para Lansia. (EL)

Komen via Facebook