Menuju Senayan, Simon Nahak Minta Restu

128
DR Simon Nahak, SH MH saat diskusi bersama PENA NTT Bali di salah satu resto kawasan Renon Denpasar, Foto: Istimewa

Denpasar, Klikpena.com
Lawyer asal Belu NTT, DR. Simon Nahak, SH MH, meminta restu Perhimpunan Jurnalis asal NTT di Bali setelah mendaftar sebagai Caleg di Partai Perindo dari Dapil NTT 2 (Timor, Rote Ndao, Sabu dan Sumba) dengan nomor urut 4.

“Saya meminta restu ke adik-adik wartawan di Bali ini, karena selama berada di Bali saya pernah berjuang bersama kalian dalam, beberapa kesempatan dan selalu dekat dengan semua media di Bali” ujar Simon Nahak

Ungkapan hati Doktor Simon Nahak, SH MH ditimpali Ketua PENA NTT Bali, Emanuel Dewata Oja. “Pak Simon pernah berjuang bersama kami, karena itu dukungan dan doa sudah pasti kami lakukan dengan cara kami masing-masing. Apalagi saat menentang statemen Mentri Pendidikan terkait hasil survey Unesco yang menduga lokasi hanya siswa NTT saja bulan desember lalu, kan kita bersama dan membuahkan hasil hingga akhirnya Mendikbud datang ke Bali dan meminta maaf atas statemen itu” Ujar Edo, sapaan akrab Ketua PENA NTT

DR. Simon Nahak, SH MH bersama Pengurus PENA NTT Bali saat meminta restu PENA NTT Bali di salah satu resto kawasan Renon denpasar, Foto Istimewa

Dalam kesempatan diskusi di salah satu restoran kawasan renon Denpasar, Simon yang juga Ketua Program Studi Magister Hukum Universitas Warmadewa itu, dengan rendah hati meminta masukan dan saran untuk memuluskan perjuangannya menuju Senayan dalam Pileg 2019 mendatang. Simon yang bergabung dengan partai besutan Harry Tanoe Sudibyo itu meminta dukungan PENA NTT, agar mampu memperjuangkan nasib masyarakat NTT jika terpilih menjadi anggota DPR RI.

Kepada awak media, Doktor jebolan Universitas Brawijaya Malang itu mengemukakan sejumlah alasan mengapa dirinya terpanggil membela nasib NTT di kancah perpolitikan nasional. Meskipun dalam proses mengejar gelar Guru Besar pasca gelar doktor yang disandang, namun Simon merasa harus berbuat untuk masyarakat di tanah kelahirannya.

“Orang NTT tidak hanya terus menjadi penonton, saya kira sudah waktunya putra daerah mengambil bagian. Jadi kenapa saya harus berbalik arah mendingan tahun depan saya kejar jadi guru besar tetapi tidak itu, saya ingin berbuat untuk masyarakat kita” jelas Simon

Simon menambahkan, dunia pendidikan dan hukum akan menjadi focus perjuangannya karena berbagai persoalan hukum yang sulit sekali membongkar kasus korupsi di NTT. Simon merasa dirinya layak mewakili NTT karena berbekal gelar pakar hukum pidana yang disandangnya. Selain itu anggaran pendidikan NTT harus diperjuangkan karena siswa di NTT membutuhkan sarana dan prasarana pendidikan.

“Saya ini bukan siapa-siapa, orang tua saya petani dan tidak tau tulis, tidak tau baca tetapi mereka berpesan jika kamu mau menjadi orang yang bisa hidup dan bisa bersaing, hanya dengan pendidikan. Kalau saya bisa dengan pribadi bisa mengembangkan diri saya, apalagi saya masuk ke dunia politik kemudian bisa mengembangkan daerah asal, saya yakin NTT akan lebih maju karena anggaran pendidikan dengan sangat minim, ya saya bisa perjuangkan untuk menjadi lebih tinggi. Karena masuk kuliah saya bayar sendiri dan mengembangkan diri saya hingga selesai S2 dan S3, maka basic saya yang juga menjadi dosen, ini bekal saya untuk memperjuangkan nasib dunia pendidikan NTT” papar Simon

DR. Simon Nahak, SH MH bersama PENA NTT Bali saat meminta restu PENA NTT Bali di salah satu resto kawasan Renon denpasar, Foto Istimewa

Ditanya keyakinan soal bagaimana bisa lolos ke senayan karena persaingan para caleg di Dapil NTT 2 begitu ketat, Simon mengilustrasikan bahwa pertarungan ini sudah dimulai dan semua calon berusaha meraih simpati masyarakat. “Orang bodoh takut orang pintar, orang pintar takut orang licik tetapi orang licik selalu dikalahkan oleh orang beruntung. SMS (Simon Menuju Senayan,red) ingin menjadi orang beruntung, sekaligus tim SMS jadilah orang beruntung karena orang beruntung tidak bisa dihadang mau dengan segala macam cara apapun tidak bisa dihadang” tegas Simon

Lanjut Simon “Pertarungan di dunia Politik ini harus diawali dengan percaya diri. Saya tidak ada sedikitpun keraguan atau gentar, saya terlalu yakin dengan diri saya bahwa saya bisa menang. Yang jelas kita dari bali ingin membangun Nusa Tenggara Timur” pungkas Simon (EL)

Komen via Facebook