Kasus Pencoretan Bacaleg, Mediasi KPU dan NasDem Bali Capai Kesepakatan

70

Denpasar, Klikpena.com
DPW Partai NasDem Provinsi Bali, akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, ada harapan besar, bakal calon anggota DPRD Provinsi Bali dari Dapil Buleleng yang dicoret KPU Provinsi Bali pada saat rapat pleno penetapan daftar calon sementara (DCS), kemungkinan akan diakomodir kembali.

Harapan tersebut muncul, setelah gugatan yang dilayangkan oleh DPW Partai NasDem Provinsi Bali tidak berlanjut ke proses ajudifikasi atau persidangan oleh Bawaslu Provinsi Bali. Gugatan tersebut justru bisa diselesaikan melalui proses mediasi.

Hal ini dibenarkan Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali, Ida Bagus Oka Gunastawa, dalam keterangan pers usai proses mediasi antara pihak Pemohon (DPW Partai NasDem Provinsi Bali) dan Termohon (KPU Provinsi Bali), di Denpasar, Senin (20/8/2018).

“Ini mediasi kedua. Mediasi pertama tanggal 16 Agustus 2018 lalu, belum ada kesepakatan. Tetapi dalam mediasi jilid II kali ini, kami sudah temukan kesepakatan,” papar Gunastawa.

Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa (tengah), didampingi Sekretaris Luh Putu Nopi Seri Jayanti (kiri) dan Bendahara IGN Bagus Eka Subagiartha (kanan). [foto: klikpena/ m susanto]

Antara Pemohon dengan Termohon, menurut dia, masing-masing memberikan usulan untuk selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada Bawaslu Provinsi Bali, selaku mediator. Selanjutnya, kedua belah pihak menunggu hasil rapat pleno Bawaslu Provinsi Bali.

“Jadi sekarang ranahnya di Bawaslu Provinsi Bali. Secepatnya Bawaslu akan menggelar rapat pleno, dan memutuskan hal ini. Dengan demikian, proses ajudifikasi tidak dilakukan, karena sudah selesai di proses mediasi,” kata Gunastawa, yang didampingi Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Bali Luh Putu Nopi Seri Jayanti dan jajaran.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada KPU Provinsi Bali, yang telah berniat baik membuka komunikasi sehingga kisruh ini dapat selesai melalui mediasi.

Begitu pula dengan Bawaslu Provinsi Bali, yang dinilai Gunastawa telah berperan penting dalam mewujudkan demokrasi yang sehat di Bali ini.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk KPU dan Bawaslu Bali atas niat baiknya membuka komunikasi. Ini pelajaran bagi kita semua. Kita kedepankan demokrasi yang sehat,” tandas Gunastawa. (mse)

Komen via Facebook