WOW…Gempa 6,9 SR Minggu Malam Ternyata Jenis Gempa Baru

134
Sumber: Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG

Jakarta, Klikpena.com
Gempa berkekuatan 6,9 pada skala ritcher yang mengguncang Lombok yang terjadi minggu malam (19/08), ternyata jenis gempa baru. Catatan Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, karena ditemukan sejumlah fakta baru yang berbeda dengan gempa umumnya yang selama ini terjadi di tanah air.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter gempa Magnitudo 6,9 tadi malam yang terletak di ujung timur Pulau Lombok dan diikuti oleh sebaran episenter gempa yang mengikutinya dan membentuk kluster episenter dengan sebaran ke arah timur (di laut) hingga di sebelah utara Sumbawa Barat, maka dapat disimpulkan bahwa gempa yang terjadi tersebut merupakan aktivitas gempa baru yang berbeda dari gempa berkekuatan Magnitudo 7,0 pada skala ritcher dan susulanya yang terjadi sejak 5 Agustus 2018 lalu” ujar Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG

Lanjut Daryono, “Antara gempa Magnutido 7,0 pada skala ritcher yang terjadi pada 5 Agustus 2018 lalu dengan gempa Magnitudo 6,9 pada skala ritcher yang terjadi pada minggu malam (19/08) memiliki keterkaitan yang erat. Munculnya aktivitas gempa baru dengan pusat di ujung timur Pulau Lombok yang berkekuatan 6,9 SR diduga kuat akibat dipicu oleh trigger statis (static stress) dari rangkaian gempa-gempa kuat di Lombok berkekuatan 6,4 SR, 7,0 SR, 6,3 SR dan 5,9 SR yang terjadi sebelumnya” paparnya

Tim Gabungan mencari korban pasca gempa lombok minggu (05/08), Foto: Dok Humas BNPB

Dalam ilmu gempa bumi atau seismologi, aktivitas kedua gempa kuat ini disebut sebagai “gempa kembar” (doublet earthquakes) karena kekuatanya tidak terpaut besar serta lokasi dan kedalamannya yang berdekatan. Selain itu, terjadi dalam rentang waktu yang tidak terlalu lama. Namun banyaknya rangkaian gempa kuat yang terjadi maka dapat disebut sebagai aktivitas “multi gempa” (multiplet earthquakes).

Daryono menambahkan “Menariknya, rekahan (rupture) batuan yang diciptakan oleh kedua gempa tersebut masih terjadi pada satu sistem sesar yang sama yaitu masih dalam kerangka sistem Sesar Naik Flores, ini tempak jelas dari mekanisme pusat gempa yang terjadi” pungkasnya

Jenis gempa baru ini terjadi sejak tadi malam hingga pagi ini pukul 8.00 waktu setempat, telah membangkitkan 88 kali gempa susulan (aftershocks), dimana 8 gempa susulan diantaranya memiliki kekuatan signifikan dan dirasakan guncangannya oleh masyarakat. Saat berita ini diturunkan, BMKG mencatat, gempa susulan terakhir terjadi pukul 11.56 waktu setempat dengan kekuatan 4,0 SR pada kedalaman 10 KM di wilayah Lombok Timur. (EL)

Komen via Facebook