Gempa 5,4 SR dan 6,5 SR, Kembali Guncang Lombok

77
Aparat TNI membantu warga korban Gempa Lombok Guncang Lombok, Foto: Humas BNPB

Lombok, Klikpdena.com
Pasca gempa 7 Skala Ritcher minggu (05/08) lalu, yang menewaskan 460 orang dan mengakibatkan kerugian ekonomi 7,45 Triliun di Lombok NTB, minggu siang (19/09 gempa susulan kembali mengguncang wilayah Lombok yang dirasakan terjadi 2 kali yaitu 5,4 SR dan 6,5 SR di wilayah ini.

Gempa pertama dengan kekuatan 5,4 SR terjadi pada pukul 10.06 dengan pusat gempa 25 km timur laut Lombok Timur dengan kedalaman 10 Kilometer. Berselang sejam kemudian, gempa kedua dengan kekuatan 6,5 SR dengan episentrum 32 km timur laut Lombok Timur NTB pada pukul 11.06 dengan kedalaman 10 km, namun BMKG memastikan Gempa hari ini tidak berpotensi tsunami.

Aaparat TNI membantu warga saat Gempa 5,4 SR dan 6,5 SR, Kembali Guncang Lombok, minggu siang (19/08), Foto: Humas BNPB

Posko Badan Nasional Penaggulangan Bencama (BNPB) telah melakukan analisis dan konfirmasi dampak gempa Lombok ke BPBD setempat. Guncangan gempa selama selama 4-8 detik dirasakan di Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Lombok Barat dan Lombok Tengah. Guncangan sedang selama 4-6 detik dirasakan di Kota Mataram, Kota Denpasar, Jembrana, Karangasem, Badung, Gianyar, Bangli, Tabanan, Klungkung dan Buleleng.

Kepala Pusat Data dan Informasi (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah atau tenda pengungsian di Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Namun hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat gempa ini.

“Guncangan paling keras dirasakan di Lombok Timur. Masyarakat di Sembalun Lombok Timur, yang sedang bekerja di kebun dan berkendara motor di jalan, segera berlarian mencari tempat aman. Mereka meninggalkan kebun dan sepeda motornya. Berkumpul di tempat aman. Berdasarkan laporan Babinsa beberapa kerusakan rumah dan bangunan di Desa Korleko Selatan seperti menara Masjid Babussalam Dusun Lembak Daya Kecamatan Sembalun. 2 kios depan kantor Desa Madaen roboh. Rumah masyarakat yang sebelumnya masih tegak namun rusak, akhirnya roboh akibat gempa 6,5 SR” Ujar Sutopo

Dampak gempa 6,5 SR telah menyebabkan longsor di beberapa titik lereng Gunung Rinjani, seperti di Bukit Pegangsingan dan Bukit Anak Dara Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Material batu-batu dari bagian atas gunung longsor menuruni lereng sehingga menimbulkan debu di lereng Gunung Rinjani. Tidak ada korban jiwa karena Taman Nasional Gunung Rinjani sampai saat ini masih ditutup. Tidak ada aktivitas masyarakat dan wisatawan di dalam Gunung Rinjani. Namun demikian petugas SAR akan melakukan penyisiran setelah gempa nantinya.

“BPBD bersama aparat TNI, Polri, Basarnas, Tagana, SKPD, PMI, relawan dan lainnya masih melakukan pemantauan dampak gempa. Laporan akan disampaikan kepada media, masyarakat dan berbagai pihak jika telah menerima laporan di lapangan” pungkas Sutopo.

Aaparat TNI membantu warga saat Gempa 5,4 SR dan 6,5 SR, Kembali Guncang Lombok, minggu siang (19/08), Foto: Humas BNPB

Sementara itu gempa juga dirasakan di wilayah Bali, masyarakat dan wisatawan merasakan guncangan ringan hingga sedang. Sebagian segera keluar rumah dan bangunan. Tidak ada kepanikan namun belum ada laporan dampak gempa. (EL)

Komen via Facebook