Dua Tersangka Kasus Skiming Bantah Terlibat Sindikat

129
Foto (istimewa) : Dua tersangka bersama kuasa hukumnya Yulius Benyamin Seran di Poles Klungkung rabu (18/07).
Dua tersangka kasus Skiming warga negara Bulgaria, Ivan Hristov Stanchev (43) dan Nicolov Pandov Plamen (45) yang ditangkap Polres Klungkung dua pekan lalu di Nusa Lembongan, akan diperiksa oleh tim penyidik Satreskrim Polres Klungkung jumad (20/07) mendatang. Melalui pengacaranya yang ditunjuk kedua tersangka, mereka membantah terlibat sindikat Skiming karena tidak termasuk dalam jaringan besar kasus tindak pidana pencurian data Bank melalui ATM.

Foto (istimewa) : Dua tersangka bersama kuasa hukumnya Yulius Benyamin Seran di Poles Klungkung rabu (18/07).

Hal ini disampaikan kedua tersangka melalui pengacaranya Yulius Benyamin Seran saat ditemui pengacaranya di ruangan penyidik Polres Klungkung rabu (18/07) “Saya meminta mereka jujur soal keterlibatan mereka dalam kasus ini, tetapi mereka membantah sebagai sindikat karena tidak termasuk dalam jaringan besar seperti yang dituduhkan” ungkap Benyamin
Kedua tersangka rencana diperiksa resmi pada jumat (20/07) mendatang, karena pemeriksaan sebelumnya kedua tersangka tidak bersedia menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dengan alasan tidak didampingi oleh pengacara. “Mereka sempat diperiksa tapi saat itu saya belum ditunjuk waktu itu dan pemeriksaan resmi nanti saya dampingi bersama rekan Siti Sapurah” lanjut Benyamin.
Sementara itu, Siti Sapura alias Opung menambahkan “Tidak boleh kejahatan yang sudah dilakukan oleh pelaku lain, kemudian dilimpahkan ke klien kami. Harus ada bukti materiil yang cukup untuk menjatuhkan kesalahan kami” pungkas Ipung
Sebelumnya, kedua tersangka ditangkap oleh tim gabungan Polda Bali dan Polsek Nusa Penida Senin 09 Juli lalu. Kedua tersangka dibawa ke Polres Klungkung keesokan harinya dan saat ini proses hukum tengah berjalan. Kedua tersangka diamankan di hotel Bobo Bungalow Desa Jungut Batu Nusa Lembongan, Sejumlah Barang bukti yang diamankan polisi berupa satu unit laptop, Hardisk external, memori card external, lima buah master card, tiga buah handphone, sebuah kabel dan sejumlah barang bukti lainnya seperti gunting dan cater.  ***

Komen via Facebook