BNPT Kunjungi Korban Bom Bali

240
Kasi Pemulihan Korban Aksi Terorusme, BNPT Muhamad Lutfi saat menemui korban bom Bali 1 di Jimbaran.

DENPASAR- klikpena
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang berkedudukan di Jakarta, selama tiga hari Rabu 18/7 hingga Jumat 20/7 berkeliling menemui para korban bom Bali 1 dan Bom Bali 2. Acara tersebut dikemas dalam satu agenda yakni Identifikasi Penyintas Bom Bali, yang terbagi dalam beberapa agenda lagi antara lain dialog identifikasi penyintas bom Bali yang dilangsungkan di Paradiso Hotel, Rabu 18/7. Sedangakan kunjungan kepada para korban bom bali, dilangsungkan Kamis 19/7 di Menega cafe Jimbaran Bali, tempat terjadinya insiden bom Bali 2 beberapa tahun silam.
Rombongan BNPT dipimpin Kol. CZI Roedy Widodo.
Dalam kunjungan menemui para korban bom Bali dua di Jimbaran, pihak BNPT melalui Kasi Pemulihan Korban Aksi Terorusme

BNPT juga sempat berkunjung ke Yayasan Kemanusiaan Indonesia di Sanur Bali.

BNPT, Muhamad Lutfi menegaskan, kunjungan kali ini selalin untuk bersilaturahmi dengan para korban bom Bali, juga terutama untuk melakukan sosialisaai terhadap Undang-undang Terorisme yang baru saja disahkan beberpa bulan lalu. Dimana dalam Undang-undang tersebut termaktub bantuan kompensasi dari pemerintah terhadap para korban bom Bali.
“Kami sekalian mau soaialisasikan undang-undang terorisme yang baru yakni undang-undang nomor 5 tahun 2018. Maka diminta kepada para korban agar melwngkapi syarat-syarat yang diminta oleh undang-undang agar para korban paham betul, tentang mekanisme yang harus dipenuhi oleh para korban bom Bali satu maupun bom Bali dua. Jadi kami BNPT ini memang lembaga yang salah satu fungsinya berdasarkan undang-undang tersebut adalah melindungi para korban bom Bali, ‘ ujar Lutfi.
Rombongan BNPT juga melakukan beberpa kegiatan selama tiga hari di Bali, antara lain beraudiensi dengan pihak Rumah Sakit Sanglah yang ketika itu menjadi salah satu rumah sakit terbesar yang menangani korban bom Bali satu maupun bom Bali dua.
BNPT dalam kunjungan kali ini juga menggandeng pihak Kementerian Sosial RI, LPSK dan FKPT Provinsi Bali. ed

Komen via Facebook