Bea Cukai Ngurah Rai Menegah 600 Ribu Butir Bahan Baku Narkoba

65
FOTO BEA CUKAI DAN AFB TUNJUKAN BARANG BUKTI

Badung – Klikpena.com,
Petugas Bea Cukai Ngurah Rai bersama Australian Border Force (A-F-B) menegah pengiriman 600 ribu butir prekusor atau bahan baku narkotika dari Seoul Korea Selatan. Barang haram yang dikirim dalam enam box tersebut, ditangkap tim gabungan Bea Cukai dan Otoritas Imigrasi dan Perbatasan Australia tanggal 13 Januari lalu dan telah ditangkap satu orang tersangka di Australia, namun baru direlease senin (116/07) pagi, karena masih dikembangkan penyelidikan sindikat peredaran narkoba antara Negara ini.

Direktur Jendral Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan, Proses penangkapan ini dilakukan bersama berkat kerjasama Bea Cukai Ngurah Raid an Australaian Border Force karena prekusor ini sangat berbahaya bagi pengguna “Obat flu dalam bentuk tablet ini kalau di Australia dibeli harus memiliki ijin dan jumlahnya terbatas, sehingga sindikat ini menggunakan 6 alamat pengiriman masing-masing 100 ribu butir per boxnya” tutut Pambudi

(Foto Press Release Bea Cukai Ngurah Rai bersama Australian BorderForce/
Foto Klikpena.com – Ambros Boli)

Penegahan 600 ribu butir pil yang mengandung pseudoepherine ini ditangkap berdasarkan informasi dari Australian Border Force ini tanggal 13 Januari lalu, bahwa terdapat paket kiriman dari Seoul Korea Selatan tujuan Melbourne Australia, yang berisi precursor atau bahan baku narkotika yang dibertitahukan sebagai health food. Berdasarkan pasal 29 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika ser†a pasal 12 dan 18 Peraturan Pemerintah nomor 44 tahun 2010 tentang precursor, Bea Cukai berwenang melakukan pengawasan serta penegahan baik barang yang masuk maupun barang yang transit di wilayah Indonesia.

(Foto 6 Box paket pengiriman/ Foto: Klikpena.com – Ambros Boli)

Pambudi menambahkan, hingga saat ini baru satu orang pelaku impor barang haram oleh petugas kepolisian Australia pasca penegahan, namun proses penyelidikan masih berlanjut sehingga dimungkinkan Bea Cukai ngurah rai melakukan penegahan berikutnya jika ada pengiriman lagi “Sesuai
undang-undang Bea dan Cukai di Indonesia maka kami Bea Cukai mempunyai hak untuk melakukan intercept, namun akan diproses di Australia. Bila Australia meminta brang bukti ini dikirim ke sana untuk proses penyelidikan maka kami akan kirim “pungkasnya

Komen via Facebook