Lima Investasi Terjun Dalam Gelanggang Politik

422

 

Dasi Astawa : Muaranya Menjalankan  Karma Bebasis Darma

Denpasar, Klikpena.com-Banyak orang mengatakan dalam percaturan politik memang kejam bahkan cenderung membunuh karakater. Namun tidak demikian dalam perspektif  pengamat sosial dan politik, Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa. Dalam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai, petang kemarin (16/10/2018) Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah 8 ini membeberkan, penggung politik itu menjadi indah bila para pemain politik atau calon legislatif punya lima investasi. “Pertama, investasi intelektual, kedua, investasi sosial budaya, ketiga, investasi ekonomi atau finansial, keempat, investasi politik dan yang kelima, investasi spiritual. Tanpai modal ini,  saya pikir akan menjadi sia-sia bertarung dalam gelanggang politik,” kata Dasi Astawa mengawali perbincangan.

Investasi intelektual menurutnya harus dimiliki oleh calon politisi. Dalam revolusi industri 4.0 seorang politisi tidak boleh ketinggalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seorang politisi dituntut meningkatkan kecakapan sehingga bisa eksis dalam segala bidang,  baik di tingkat lokal, nasional dan internasional. “Dengan kecakapan dan kecerdasan intelektual ini, akan muncul inovasi dan kreativitas bagi pemain politik. Kalau tanpa ini ia akan menjadi penonton,”ujarnya.

Investasi sosial dan budaya. Menurut mantan Ketua Kopertis Wilayah Bali dan Nusra ini menjadi calon legislatif ukurannya kuantitas sehingga pemilih menjadi hal penting. Harus banyak punya jaringan persahabatan, kultural dan personal, sehingga kapan,  dan dalam kondisi apapun ia akan menjadi publik figur karena bisa eksis dan sejalan dengan dinamika yang berbasis budaya. “Dalam percaturan politik harus dinamis sehingg menjadi simbol dan figur banyak orang. Harus harus punya pertemanan dengan pendekatan humanisme dan kultural. Dalam politik tak ada musuh dan teman abadi,  yang ada hanya persaingan dan kerja sama. Mesti merangkul semua, jangan mendepak yang lain, merangkul kelompok tertentu. Ini berpengaruh pada kuantitas atau peroleh suara,”paparnya

Prof. Dr. Dasi Astawa saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Denpasar belum lama ini

Investasi ekonomi. Menjadi pemain politik jangan menmjadikan politik sebagai pekerjaan tapi hendaknya sebagai pengabdian untuk bangsa dan negara. “Untuk itu minimal kebutuhan dasar sebagai pemain politik sudah terpenuhi. Sudah mantap dalam ekonomi sehari-hari,  sehingga fokus pada pengabdian, dan mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan kelompok. Kalau belum mantap, sebaiknya pikir-pikir sebelum bertarung,”ujarnya

Investasi politik. Investasi ini menjadi penting untuk memperkokoh jatidiri dan fundamental seorang politisi, sehingga paham konsep dan etika politik serta perkembangan politik yang begitu cair saat ini. “Cirinya; mesti lentur, fleksibel, selalu berbasis regulasi, mengedepankan norma/etika serta berbicara  dan berargumentasi berbasis data,”kata mantan aktivis Forum Merah Putih ini.

Investasi yang terakhir adalah investasi spiritual. Menurutnya, ini sangat penting karena membangun ketangguhan rohani diatas jasmani. Cirinya, tidak mudah terombang ambing, dan kokoh dalam pendirian dan keyakinan atas suatu kebenaran sehingga segala pertimbangkan aspek spiritualitas takut pada hukum Tuhan. “Orang yang mantap spiritualnya, cirinya takut dengan hukum Tuhan. Dengan spiritual yang mantap pasti ada kejernian nurani. Menjadi politisi, legislatif dan eksekutif adalah menjalankan karma berbasis darma,”kata Dasi Astawa mengakhiri bincang-bincang kami.abi

Komen via Facebook