Warga Belu antusias bentangkan bendera di Pos Lintas Batas RI-Timor Leste

176
Warga Kab.Belu bersama aparat TNI-POLRI bentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 3000 meter di Pos Lintas Batas R-RDTL Motaain Rabu Siang (16/08), Foto: Ist

Belu,Klikpena.com
Usai Mengibarkan Bendera Merah Putih Raksasa di Motaain, peserta pengibaran bendera bergeser ke pos lintas batas negara (PLBN) di Motaain Desa Silawan Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu. Warga Setempat antusias membentangkan Bendera sepanjang 3.000 meter di Pos Lintas Batas dalam rangka memperingati HUT RI ke-73.

Wilayah ini merupakan batas antara Timor Leste dan RI. Di wilayah ini terdapat PLBN megah sebagai pintu masuk masyarakat ketika hendak ke Timor Leste atau pun sebaliknya.Dilokasi tersebut lagi-lagi Polri, TNI, siswa, mahasiswa dan masyarakat umum melakukan kegiatan pembentangan bendera merah putih sepanjang 3.000 meter.

Aparat TNI Polri menyaksikan Prosesi pembentangan Bendera Merah Putih di PLBN Motaain Rabu Siang (16/08), Foto Ist

Anggota Polri, TNI, masyarakat umum, tokoh agama dan para pejabat pemerintah termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat pun kembali berbaur membentangkan bendera di tapal batas sambil menyanyikan sejumlah lagu perjuangan. Peserta mengusung bendera merah putih mengelilingi pos lintas batas negara RI-RDTL.

Kegiatan akbar yang berlangsung meriah dan semarak ini tidak menganggu arus keluar masuk kendaraan dan warga dari dan ke Timor Leste maupun sebaliknya. Sejumlah penumpang kendaraan travel dari Indonesia ke Timor Leste justru ikut berbaur membentangkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan. Sementara penyebrangan warga dan kendaraan dari Timor Leste ke Indonesia juga berhenti beberapa saat hingga prosesi pembentangan bendera merah putih selesai dilakukan.

Bendera Merah Putih sepanjang 3000 meter di Pos Lintas Batas RI-RDTL Rabu Siang (16/08), Foto: Ist

Yasinta Manek, siswa SMPN Tasifeto Timur mengaku kalau ia dan sejumlah rekannya bangga dengan kegiatan tersebut menjelang HUT RI ke 73. “Kami bangga dan senang karena baru pertama kali ada kegiatan seperti ini. Semoga kedepan ada lagi kegiatan-kegiatan lain di wilayah batas,” ujar warga Desa Silawan ini.

Mikael Nahak (23) salah seorang mahasiswa KKN di wilayah Kabupaten Belu mengaku kalau kesempatan tersebut merupakan kesempatan langka yang jarang terjadi.”Kami bersyukur bisa KKN di sini sehingga kami terlibat dalam kegiatan membentangkan bendera merah putih sepanjang tiga kilometer. Ini menjadi catatan sejarah bagi kami,” tambahnya.

Sementara Agustina Dee (32), warga Indonesia yang hendak ke Timor Leste mengaku kaget dengan ada kegiatan tersebut.
Ia pun memanfaatkan moment tersebut untuk membentangkan bendera dna menyanyikan lagu-lagu perjuangan.
“Kebetulan saya ke Timor Leste dan tidak bisa merayakan HUT RI ke 73 di Indonesia jadi kegiatan ini merupakan peringatan HUT RI jadi saya juga ikut bergabung,” tandas nya.

Bendera Merah Putih raksasa dikibarkan di Motaain perbatasan RI-RDTL, Rabu (16/8) siang, Foto: Ist

Sejumlah warga pun antusias mengikuti kegiatan ini. Warga tidak beranjak dari lokasi kegiatan walau acara pembentangan bendera merah putih sudah usai.
Mereka mengaku senang dan bangga dengan kegiatan tersebut apalagi jarang dilakukan di perbatasan RI-RDTL.(EL)

Komen via Facebook