Kemenko Maritim Anggarkan 1 Milyar Dolar Untuk Penanganan Masalah Sampah Laut

61
Acara Kunjungan Media dalam rangka International Coastal Cleanup 2018 Ocean Conservancy
di salah satu hotel kawasan wisata Sanur, Jumat (14/09/2018) siang. Foto: Ambros Boly

Denpasar, Klikpena.com
Indonesia merupakan Negara maritime karena memiliki 17 ribu pulau, namun laut Indonesia masih belum terlepas dari masalah sampah karena ulah masyarakat. Untuk mengedukasi masyarakat dan menyukseskan Indonesia bebas sampah pada tahun 2025, Kementrian Koordinator Maritim menganggarkan dana senilai 1 milyar dolar untuk penanganan masalah sampah laut.

“140 juta masyarakat indonesia tinggal di wilayah pesisir dan 1,29 juta diantaranya masih membuang sampah ke laut. Sekitar 30 persen sampah yang dibuang itu merupakan sampah plastic dan sebaran terbanyak di wilayah pulau Jawa-Bali” papar Kabid Pemberdayaan Industri Maritim, Kemenko Maritim, Andreas Hutahaen saat Kunjungan Media dalam rangka International Coastal Cleanup 2018 Ocean Conservancy
di salah satu hotel kawasan wisata Sanur, Jumat (14/09/2018) siang.

Baca Juga: Bali Jadi Tuan Rumah “Our Ocean Conference 2018”

Kabid Pemberdayaan Industri Maritim, Andreas Hutahaen, tengah memaparkan materi dalam acara Kunjungan Media dalam rangka International Coastal Cleanup 2018 Ocean Conservancy
di salah satu hotel kawasan wisata Sanur, Jumat (14/09/2018) siang.

Pemerintah mempunyai komitmen untuk membebaskan Indonesia dari masalah sampah pada tahun 2025, dengan berbagai program pencegahan dan edukasi serta penanganan masalah sampah. Untuk mendukung program ini, Pemerintah mengalokasikan dana senilai 1 milyar dolar untuk penanganan masalah sampah laut di seluruh Indonesia.

“Tahun 2025 target Indonesia bebas sampah, karena itu komitmen Pemerintah dengan alokasi anggaran 1 milyar dolar per 5 tahun ini dengan harapan Indonesia bersih dari sampah laut” ujar Andreas

Baca Juga: Perangi Masalah Sampah Laut, SecondMuse Indonesia Gandeng Komunitas

Kabid Pemberdayaan Industri Maritim, Andreas Hutahaen, tengah memaparkan materi dalam acara Kunjungan Media dalam rangka International Coastal Cleanup 2018 Ocean Conservancy
di salah satu hotel kawasan wisata Sanur, Jumat (14/09/2018) siang.

Selain mengedukasi masyarakat dan menangani masalah sampah, saat ini Pemerintah tengah melakukan pembersihan di sejumlah wilayah pesisir termasuk kawasan cilincing Jakarta, yang saat ini dinilai berhasil. Hasil sampah yang diangkut dimanfaatkan jadi bahan baku pencampur aspal dan tengah dilakukan uji coba di 7 lokasi.

“Ada 7 lokasi titik dengan jarak lebih dari 10 kilometer dalam tahap uji coba bersama Kementrian PUPR. Tapi harus ada pengambilan sample untuk mengevaluasi tiap enam bulan selama dua tahun, sehingga bila ini berhasil maka akan diterapkan seluruh Indonesia” pungkasnya. (EL)

Komen via Facebook