Bali Jadi Tuan Rumah “Our Ocean Conference 2018”

224
Foto: Humas Subdit Restorasi, Kementrian Kelautan dan Perikanan

Denpasar, Klikpena.com
Setelah Malta menjadi Tuan Rumah “Our Ocean Conference” pada tahun 2017 lalu, kini Bali diilih menjadi tuan rumah Konferensi Kelautan yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai negara. Konferensi yang akan digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) Nusa Dua, 29-30 Oktober mendatang, akan dihadiri 143 negara dan para pihak yang memiliki komitmen menangani masalah sampah secara bersama.

“Tujuan konferensi ini untuk menghimpun semua stakeholder untuk bersama menangani masalah sampah, dengan tujuan kolaborasi antar Negara. Hal ini akan memberikan efek positif pendorong pemerintah maupun perusahaan swasta untuk peduli mengurangi sampah plastic” papar Deputi Direktur Restorasi, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Sapta Putra Ginting, saat Kunjungan Media dalam rangka International Coastal Cleanup 2018, di Salah satu Hotel Kawasan Wisata Sanur Bali, jumat (14/09/2018) siang.

Baca Juga: Perangi Masalah Sampah Laut, SecondMuse Indonesia Gandeng Komunitas

Foto: Humas Kementrian Kelautan dan Perikanan

Sejumlah Kepala Negara yang sudah terkonfirmasi kan hadir diantaranya, Wakil Presiden Panama, Pangeran Monaco, Presiden Palau, Presiden Timor Leste dan Wakil Presiden Seychelles. Selain kepala Negara, konferensi ke-5 ini juga akan dihadiri delegasi Kelautan dari masing-masing Negara serta Lembaga Swadaya Masyarakat untuk membahas masalah sampah di laut.

“Masalah sampah laut merupakan persoalan antar Negara, oleh sebab itu kita harus memitigasi mulai dari tingkat lokal, nasional maupun internasioanl untuk melawan, mengurangi dan menangani masalah sampah laut” pungkas pria yang akrab disapa Sapta ini.

Baca Juga: Kemenko Maritim Anggarkan 1 Milyar Dolar Untuk Penanganan Masalah Sampah Laut

Foto: Humas Kementrian Kelautan dan Perikanan

Konferensi rencananya akan dibuka Presiden Jokowi didampingi Mentri Luar Negri, Retno Marsudi dan Mentri Kelautan dan Perikanan, Susy Pudjiastuti. Sementara seremonial penutupan, diagendakan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. (EL)

Komen via Facebook