Perangi Masalah Sampah Laut, SecondMuse Indonesia Gandeng Komunitas

122
Kunjungan Media dalam rangka International Coastal Cleanup 2018 di Artotel Hotel, Sanur (14/09/2018) siang, Foto: Ambros Boly

Denpasar, Klikpena.com
Masalah sampah laut menjadi perhatian dunia karena dampaknya berupa mata rantai yang berdampak pada kesehatan lingkungan maupun manusia. Hal ini menjadi perhatian SecondMuse Indonesia, salah satu Agensi Inovasi asing yang bergerak di bidang konservasi laut menggandeng komunitas masyarakat pesisir Jawa Timur.

Direktur SecondMuse Indonesia, Simon Baldwin mengatakan, inisiatif pilot project kajian masalah sampah yang dilakukan di wilayah Jawa Timur bertujuan membuat studi kasus dengan menggandeng komunitas lokal. Kegiatan sosial ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi wilayah pesisir lainnya di Indonesia bahkan Negara Asia Tenggara, untuk bersama memerangi masalah sampah Laut.

“Kami mendata inisiatif komunitas yang mereka lakukan dan mencari hubungan antara sesamaa komunitas di wilayah Jawa Timur, sehingga dalam pengelolaaan sampah laut lebih sistematis. Harapan kami semua kota yang punya inisiatif yang sistematis, menggandeng semua masyarakat sehingga semua bisnis dan inisiatif lokal lebih besar” Ujar Simon dalam Kunjungan Media dalam rangka International Coastal Cleanup 2018, di Salah satu Hotel Kawasan Wisata Sanur Bali, jumat (14/09/2018) siang.

Baca Juga: Perangi Masalah Sampah Laut, SecondMuse Indonesia Gandeng Komunitas

Direktur SecondMuse Indonesia, Simon Baldwin, saat memaparkan materi dalam acara Kunjungan Media dalam rangka International Coastal Cleanup 2018, di Artotel Hotel Sanur, jumat (14/09/2018) siang. Foto: Ambros Boly

Selain mengedukasi masyararakt komunitas pengelola sampah, SecondMuse Indonesia juga membantu masyarakat dalam hal mengembangkan teknologi pemilihan sampah secara otomatis. Dengan demikian masyarakat disupport hingga pada tingkat pemasaran sampah, sehingga ada koneksi antara masyarakat pemulung dengan pembeli sampah besar.

“Indonesia negara yang banyak wirausaha dan selama ini pemerintah pada khususnya mensuport wirausaha yang bersifat digital. Kami ingin mensuport wirausaha lebih kepada solusi pasar sehingga tidak tergantung kepada donor dan uang hibah. Papar Simon

Baca juga: Bali Jadi Tuan Rumah “Our Ocean Conference 2018”

Deputi Direktur Restorasi KKP, Sapta Putra Ginting, saat memaparkan materi pada acara Kunjungan Media dalam rangka International Coastal Cleanup 2018, di Artotel Hotel Sanur, jumat (14/09/2018) siang. Foto: Ambros Boly

Sementara itu, Deputi Direktur Restorasi KKP, Sapta Putra Ginting mengatakan, Pembinaan kelompok masyarakat pesisir harus melibatkan kaum perempuan karena lebih efektif dan tingkat keberhasilan lebih tinggi.

“Karena kunci suksesnya kaum perempuan, setiap kelompok yang dibentuk minimal dua kelompok ketua kelompoknya harus perempuan. Sehingga ketua mempunyai tanggungjawab dalam hal membuat laporan dan mengelola dana, tetapi tentunya dengan total partisipasi 30 persen dari kaum bapak-bapak” ujar pria yang akrab disapa Sapta ini. (EL)

Komen via Facebook