Jelang OOC, KKP dan Ocean Conservancy Gelar Bersih Sampah Pantai

295
Sampah yang dikumpulkan relawan saat International Coastal Cleanup 2018, di Pantai Padang Galak, Sanur Bali, Sabtu (15/09/2018) siang.

Denpasar, Klikpena.com
Jelang perhelatan Our Ocean Conference (OOC) yang akan digelar 29-30 Oktober mendatang, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Ocean Concervancy menggelar kegiatan bersih sampah di Pantai Padang Galak, Sabtu (15/09/2018) pagi. Organisasi nirlaba yang berkedudukan di Washington, DC, Amerika Serikat itu juga menggandeng sejumlah LSM, Pemerintah Propinsi Bali beserta 1.200 relawan dari berbagai komunitas dan pelajar, berhasil mengumpulkan 841,53 kilogram sampah.

Deputi Direktur Restorasi Kementrian Kelautan dan Perikanan, Sapta Putra Ginting, saat International Coastal Cleanup 2018, di Pantai Padang Galak, Sanur Bali, Sabtu (15/09/2018) siang.

“Kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah Indonesia dalam forum dunia, untuk terus menyelengarakan kegiatan gerakan bersih pantai dan laut. Gerakan ini tidak hanya dari pemerintah saja, karena persoalan sampah juga menjadi persoalan seluruh masyarakat baik di Indonesia maupun negara lain” ujar Deputi Direktur Restorasi, Kementrian Kelautan dan Perikanan, Sapta Putra Ginting, saat International Coastal Cleanup 2018, di Pantai Padang Galak, Sanur Bali, Sabtu (15/09/2018) siang.

Baca Juga: Bali Jadi Tuan Rumah “Our Ocean Conference 2018”

Direktur Program Trash Free Seas, Ocean Conservancy, Nicholas Mallos, saat memaparkan materi pada acara Kunjungan Media dalam rangka International Coastal Cleanup 2018, di Artotel Hotel Sanur, jumat (14/09/2018) siang. Foto: Ambros Boly

Sementara itu, Direktur Program Trash Free Seas, Ocean Conservancy, Nicholas Mallos mengatakan, Indonesia memiliki pantai yang indah namun merupakan salah satu negara yang paling terdampak oleh sampah laut. Karena itu, pihaknya bersama Pemerintah dan masyarakat setempat yang peduli menggelar berbagai kegiatan memerangi sampah laut.

“Ocean Conservancy percaya bahwa serangkaian solusi perku dilakukan untuk mengatasi ancaman besar dari sampah plastik laut, dan baik pemerintah, pihak swasta organisasi non pemerintah seperti LSM maupun perorangan, mempunya peran yang penting dalan mengatasinya’ ujar Nicholas

Sampah yang dikumpulkan ini akan dicatat dalam index Sampah Laut Ocean Concervancy, yakni sebuah basis data tentang sampah laut yang terbesar di dunia. Selain di Bali, Indonesia, ribuan gerakan pembersihan sampah laut juga diselenggarakan serentak pada hari ini di seluruh dunia.

Perangi Masalah Sampah Laut, SecondMuse Indonesia Gandeng Komunitas

Para Relawan menimbang sampah yang dipungut saat International Coastal Cleanup 2018, di Pantai Padang Galak, Sanur Bali, Sabtu (15/09/2018) siang. Foto: Ambos Boly

International Coastal Cleanup (ICC) pertama kali diselenggarakan tahun 1986 di negara bagian Texas, ICC Ocean Conservancy kini telah memobilisasi hamper 13 juta relawan dan menyingkirkan lebih dari 113 juta kilogram sampah dari berbagai pantai dan jalur air di seluruh dunia.Pada tahun 2017 lalu, sekitar 800.000 relawan di lebih dari 100 negara mengumpulkan 9,3 juta kilogram sampah yang sebagian besarnya merupakan sampah plastik. (EL)

Komen via Facebook