Pelarian WN Nigeria Berakhir di Penginapan Griya Ayu

60
Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali, Maryoto Sumadi mengatakan bahwa penangkapan WN Nigeria ini merupakan titik kulminasi atau puncak dari rentetan kejadian sebelumnya

Denpasar, klikpena.com  – Setelah berhasil selama tiga pekan lolos dari kejaran petugas Imigrasi Kelas II, Singaraja, pelarian WN Nigeria, Carles George Albert berakhir. Tersangka tindak pidana keimigrasian, yang  juga menyamar sebagai, Komang Eli Agus Hermanto ini berhasil diciduk petugas di Peginapan Griya Ayu di Jalan Danau Buyan, Sanur, Denpasar, Rabu (15/8) dini hari pukul 03.00 wita. Penangkapan lelaki berusia 35 tahun ini merupakan hasil kerja sama tim gabungan dari Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Kanwil Hukum dan HAM Bali bersama Polsek Densel.

Tersangka Charles George berhasil lolos dari pencarian petugas Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja selama tiga minggu. Bahkan untuk mengantisipasi lolosnya tersangka keluar dari Bali, petugas siaga berjaga  di tiga pintu  keluar masuk Bali, Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, dan Pelabuhan Padangbai.

Pelarian tersangka berjalan mulus selama 3 pekan karena dibantu teman perempuannya, berinisial DPR.‎ “Penangkapan ini merupakan titik kulminasi atau puncak dari rentetan kejadian sebelumnya,” kata Kepala Kanwil Hukum dan HAM Bali, Maryoto Sumadi.

Tersangka Charles George yang mengaku bekerja sebagai fisioterapi ini menurut Maryoto Sumadi,   terjerat kasus keimigrasian sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 126 huruf (c) UU RI No 6 /2011 tentang keimigrasian. “Sebenarnya tersangka ini masih dalam proses penyidikan untuk diserahkan ke kejaksaan. Namun, beberapa kali dipanggil tidak hadir tanpa alasan jelas,” jelas pria berkacamata ini.

Pihak Imigrasi sempat dibuat geregetan dengan tersangka WN Nigeria ini. Pasalnya,  Charles George sempat mengajukan permohonan praperadilan ke PN Singaraja. Walaupun praperadilan itu akhirnya kandas karena tidak dikabulkan alias ditolak PN Singaraja.  Setelah praperadilan ditolak PN Singaraja, yang bersangkutan langsung kabur dan menghilang dari Singaraja.  Selama masa pelarian itu dia dibantu teman perempuannya berinisial DPR. “Tim sempat mengintai dan membuntuti teman perempuan tersangka. Tapi, teman perempuannya itu pintar menghilangkan jejak,” jelasnya.

Dijelaskan lebih lanjut, tersangka masuk ke Indonesia sejak September 2017 menggunakan visa kunjungan. Merasa betah di Bali, tersangka mengajukan permohonan perpanjangan ke Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Charles juga mengajukan kartu izin tinggal sementara (Kitas). Namun, setelah diverifikasi tim Imigrasi dinyatakan tidak memenuhi syarat. Salah satunya batas maksimal visa kunjungan yaitu 60 hari.

Atas dasar itu, Kantor Imigrasi Ngurah Rai  meminta Charles segera keluar dari Indonesia. Namun, perintah itu tidak diindahkan dan dibantu teman perempuannya, Charles pindah tinggal di Singaraja.  “Biasanya orang asing kalau diperintahkan pulang, mau dia pulang. Tapi tersangka tidak mau pulang,” lanjut Maryoto.

Setelah itu, Charles George mengajukan paspor RI dengan nama samaran Komang Eli Agus Hermanto.  Untuk memenuhi persyaratan administrasi,  Charles menyertakan KTP atas nama Komang Eli Ag‎us Hermanto.

Selama tiga minggu berhasil menghindar dari kejaran pihak Imigrasi, WN Nigeria, Charles George Albert, tersangka dalam kasus tindak pidana keimigrasian ini berhasil diciduk petugas gabungan di Penginapan Griya Ayu, Sanur, Denpasar, Rabu (15/8) dini hari (klikpena.com/Dickmina)

“Komang Eli ini adalah rekan kerja teman perempuan Charles. Komang Eli sudah kami laporkan ke Polres Buleleng sejak Mei lalu,” ungkap Maryoto.

Penyamaran Charles terbongkar saat dilakukan tes wawancara oleh petugas imigrasi. Saat diwawancarai dia tidak bisa menjawab jelas. Tersangka melakukan kesalahan verbal maupun lisan. Petugas juga curiga dengan fisik tersangka. “Anak imigrasi yang baru lulus Akademi Imigrasi juga tahu kalau melihat fisiknya dia bukan orang Indonesia,” jelas  Kepala Divisi Keimigrasian, Agato.

Berbekal kecurigaan itu, Kantor Kelas II Singaraja melakukan pendalaman. Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata yang bersangkutan adalah warga Nigeria. “Akhirnya semua data diverifikasi, termasuk ke Disdukcapil, ternyata benar yang bersangkutan menggunakan data tidak benar untuk mendapat paspor RI,” lanjutnya.

Pihak Imigrasi kemudian melakukan menyelidikan dan setelah mengantongi data cukup dan mengantongi dua alat bukti,  kemudian ditingkatkan ke tahap penyidikan dan menetapkan Charles George sebagai tersangka.

Ditanya alasan tersangka ngotot bertahan di Bali, apakah karena jatuh cinta dengan perempuan Bali, Kepala Divisi Keimigrasian mengatakan masih melakukan pendalaman. Saat ini pihaknya masih fokus dalam proses hukum atas  tindakan pidana yang dilakukan tersangka. DM

Komen via Facebook