Simpan Kokain, Penjara 20 Tahun Menanti WN Rusia

95
Warga Negara Rusia, Iurii Shipiro (kiri) yang diadili dalam kasus narkotika, terancam 20 tahun penjara dalam sidang yang digelar, Selasa (14/8) di PN Denpasar (klikpena/Dickmina)

Denpasar, klikpena.com – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia, Iurii Shpiro, harus merasakan panasnya kursi pesakitan. Lelaki berusia 24 tahun kelahiran, 7 Agustus 1994 ini diadili atas kejahatan narkotika yang dilakukannya. Dalam sidang yang digelar, Selasa (14/8) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ketut Yulia Wirasninggrum yang diwakili jaksa, Agus Suraharta  menjerat lelaki kelahiran Moscow  ini dengan tiga pasal, yakni Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 127  UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara dan denda paling panyak Rp10 miliar.

Didepan majelis hakim yang diketuai, I Gde Ginarsa, jaksa Agus Suraharta menguraikan, terdakwa, jebolan Universitas St. Pitarsburg ini ditangkap petugas polisi dari Polsek Kuta, Kamis, 26 April 2018 lalu sekitar pukul 00.20 wita.

Terdakwa yang ditangkap   di Minimart Jalan Wana Segara, Kuta ini didakwa oleh JPU telah  melakukan perbuatan melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima atau menjadi perantara dalam jual beli  narkotika golongan  1 dalam bentuk bukan tanaman.

Terungkap dari dakwaan jaksa, awal penangkapan terdakwa,  petugas merasa curiga dengan gerak – geriknya saat berbelanja di Minimart di Jalan Wana Segara tersebut.

Petugas dari Polsek Kuta kemudian menangkap terdakwa, Iurii Shpiro dan kemudian melakukan penggeledahan badan dan  tas kain motif batik  yang dibawa terdakwa. Dari tas yang  menurut terdakwa milik pacarnya tersebut,  berisi buku paspor yang ketika dibuka petugas, ditemukan dua plastik klip berisi serbuk putih yang diduga narkotika jenis kokain.

Menurut pengakuan terdakwa, narkotika kokain tersebut miliknya yang dibeli dari seseorang bernama Vladimir seharga Rp5 juta per plastik klip seberat 2 gram yang dipesan melalui telepon pada Rabu, 25 April sekitar pukul 21.00 wita.

Setelah itu, terdakwa bertemu dengan Vladimir dan menyerahkan uang dan menerima  narkotika. Setelah itu, terdakwa memecahnya menjadi tiga plastik klip sebelum dipakai atau dipergunakan.

Lebih lanjut dijelaskan, 1 paket plastik klip narkotika jenis kokain  telah dipakai pada, Rabu 25 April sekitar pukul 21.30 wita di pantai dekat Minimart  bersama pacarnya,   Ekaterina Dmitrieva dan seseorang yang baru dikenal, bernama Ivan. Sedangkan sisanya, 2 plastik klip disimpan didalam buku paspor milik Ekarina, tanpa sepengetahuan pacarnya itu.

Dalam dakwaannya, jaksa juga menjelaskan bahwa, terdakwa mengakui, narkotika jenis kokain yang disimpannya adalah barang terlarang dan terdakwa tidak dalam menjalani terapi pengobatan. DM

Komen via Facebook