Perkara Narkotika : Tuntut Pidana Penjara, Hakim Vonis Rehabilitasi, Jaksa Tak Banding

107
Kajari Denpasar, Sila H Pulungan ditemui disela – sela kegiatan pemusnahan barang bukti, Kamis (14/9) mengatakan, untuk langkah hukum banding atau menerima, maka harus dilihat dulu fakta persidangan dan pertimbangan dari majelis hakim dalam menjatuhkan putusan (Klikpena.com/Dickmina)

Denpasar, Klikpena.com – Dalam dua bulan terakhir, ada sekitar lima terdakwa kasus narkotika yang di sidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar divonis majelis hakim dengan rehabilitasi medis. Anehnya, jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar tidak melakukan upaya hukum banding atas vonis  rehabilitasi kepada terdakwa ini.

Langkah hukum yang dilakukan jaksa dengan menerima putusan rehabilitasi medis dengan tidak melakukan banding ini dinilai janggal. Pasalnya, dalam tuntutannya, jaksa meminta majelis hakim untuk menghukum terdakwa dengan pidana penjara.

Kelima terdakwa (dalam perkara terpisah) yang divonis rehabilitasi tersebut adalah, Baker Joshua James divonis rehabilitasi medis 10 bulan di Yayasan Kasih Kita (Yakita), Robert Isaac Immanuel, divonis 1 tahun dan 3 bulan  menjalani pengobatan dan perawatan melalui rehabilitasi medis dan sosial di Yayasan Anargya Sober House Bali. Sementara tiga terdakwa lainnya adalah, Hamad Saleh Hilabi, Burnelly Wibisono dan Yan Bayu Bramantya. Dalam tuntutannya, jaksa dari Kejari Denpasar menuntut, rata – rata 1 tahun sampai 1 tahun dan 3 bulan pidana penjara.

Sebagaimana diketahui, Undang – undang tentang narkotika mengatur, vonis atau hukuman yang dijatuhkan oleh majelis hakim paling kurang dua pertiga dari tututan jaksa. Sedangkan untuk kelima terdakwa ini, jaksa menuntut pidana penjara sementara vonis majelis hakim menjalani rehabilitasi medis.

Dikonfirmasi terkait putusan ini di sela – sela kegiatan pemusnahan barang bukti, Kamis (13/9), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Sila H Pulungan terkesan berusaha menghindar dan mengatakan belum mengetahui terkait putusan rehabilitasi ini. “Untuk putusan rehabilitasi ini, saya cek dulu, karena belum ada laporan,” ungkapnya. Ditanya lebih lanjut soal aturan apakah wajib banding atau menerima putusan tersebut, Kajari Sila Pulungan menjawab diplomatis. “Untuk putusan ini, jaksa bisa banding atau tidak, harus lihat dulu fakta persidangan dan pertimbangan dari majelis hakim dalam menjatuhkan vonis. Nah, sekarang saya belum lihat berkas perkaranya,” kata Sila Pulungan. DM

Komen via Facebook