Pemusnahan BB, 31 Unit Mesin Dingdong dan Puluhan HP Androrid Diduga Raib

153
Kejari Denpasar melakukan pemusnahan barang bukti perkara Pidana Umum yang telah berkekuatan hukum tetap senilai kurang lebih Rp59 miliar, Kamis (13/9) di halaman belakang kantor yang berlamat di Jalan PB Sudirman Denpasar (Klikpena.com/Dickmina)

Denpasar, Klikpena.com – Ada aroma tidak disedap dibalik pemusnahan barang bukti dalam perkara tindak Pidana Umum yang telah berkekuatan hukum tetap yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Kamis (13/9) pagi. Bukan aroma yang menusuk hidung dari asap barang bukti narkotika yang dibakar tetapi adanya dugaan, raibnya 31 unit mesin dingdong dan puluhan handphone.

Pasalnya, dari data pemusnahan barang bukti, tercantum ada 32 mesin dingdong yang dimusnahkan dihadapan undangan dari Polresta Denpasar, PN Denpasar dan unsur Muspida lainnya ini. Namun kenyataannya, hanya ada 1 unit mesin dingdong yang dimusnahkan dengan cara dihancurkan menggunakan palu. Kejanggalan lainnya juga terlihat dari pemusnahan barang bukti berupa handphone yang disita dari 241 perkara narkotika dan 50 perkara pidana umum yang ditangani Kejari Denpasar sampai dengan bulan  Agustus 2018.

Hanya 1 unit mesin dingdong dari 32 unit yang seharusnya dimusnahkan. Anehnya, 31 unit mesin dingdong lainnya masih dititipkan di Rubasan, Denpasar (Klikpena.com/Dickmina)

Awalnya diatas meja barang bukti hanya ditaruh 3 unit HP jadul. Setelah ditanya, petugas kemudian mengeluarkan sekitar 30 unit HP dari sebuah kardus. Ternyata, HP yang dikeluarkan, boleh dikata, HP yang sudah lama lebih cocok dikatakan barang HP rongsokan. Sementara yang mahal seperti  IPhone dan HP android lainnya, satupun tidak ada. Padahal, dari perkara narkoba, pada umumnya HP yang disita adalah HP android dan IPhone keluaran terbaru.

Bahkan seorang pengacara yang mengetahui barang bukti HP yang dimusnahkan adalah HP jadul, merasa heran dan mengatakan itu sangat sangal. Pasalnya, beberapa bulan lalu, kliennya dalam perkara narkotika yang sudah incrah, putusan majelis hakim diantaranya  HP dirampas untuk dimusnahkan. “Setahu saya, barang bukti HP klien saya yang ditunjuk di persidangan sebagai barang bukti adalah HP Android keluaran terbaru di awal tahun. Tetapi kalau dalam pemusnahan kali ini tidak ikut dimusnahkan, perlu dipertanyakan dan itu aneh,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar, Sila H Pulungan yang dikonfirmasi terkait raibnya 31 mesin dingdong mengatakan, 31  unit mesin dingdong yang tidak dimusnahkan masih dititipkan di Rubasan (Rumah Penitipan Barang Bukti dan Rampasan) Denpasar. Namun Sila belum bisa memastikan kapan 31 mesin tersebut akan dimusnahkan. “Kami akan musnahkan semua. Yang pasti setelah hari ini,” jelasnya. Anehnya,  data BB yang dimusnahkan, Kamis (13/9) tercantum 32 unit mesin dingdong.

Ada dugaan banyak barang bukti Handphone, seperti, Iphone dan Android milik para terpidana yang dalam putusan majelis hakim, dirampas untuk dimusnahkan raib atau tidak ikut dimusnahkan dalam pemusnahan barang bukti yang dilakukan Kejari Denpasar (Klikpena.com/Dickmina)

Terkait dugaan raibnya HP android dalam pemusnahan barang bukti, ditanggapi santai oleh Kasi Barang Bukti Kejari Denpasar, I Putu Sugiarta. Ia mengatakan jika pihaknya hanya menerima limpahan barang bukti dari Pidum. Untuk berapa jumlah HP yang dilimpahkan, ia mengatakan sesuai yang dimusnahkan hari ini. “”Itu saja yang kami musnahkan,” sambil memperlihatkan bekas-bekas HP yang sudah hancur.

Sementara itu, barang bukti narkoba yang dimusnahkan kali ini berasal dari 241 perkara yang sudah diputus incrah. Diantaranya, ganja seberat 1,02 Kg, kokain 122 gram, hasish 2,9 kg, ekstasi 2,5 kg dan sabu seberat 29 kg. Jika diuangkan, total barang bukti yang dimusnahkan senilai kurang lebih  Rp 59 miliar lebih.  DM

Komen via Facebook