Pramugari GI Dituntut 3 Tahun Penjara

93

Denpasar, klikpena.com

Mantan pramugari maskapai penerbangan  Garuda Indonesia (GI) yang menjadi terdakwa dalam kasus kepemilikan narkotika,   Michelle Merilouisa Simangunsong masih beruntung bila dibanding terdakwa lain. Pasalnya, perempuan kelahiran Jakarta, 28 September 1990 ini hanya dituntut 3 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar, Senin (13/8) di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Dalam persidangan dengan majelis hakim yang diketuai, I Ketut Tirta, JPU, I Made Lovi, menyatakan, bahwa terdakwa Michelle yang kedapatan menyimpan narkotika ini, secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan Narkotika golongan I bukan tanaman yang diatur dalam Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Seperti diketahui, mantan pramugari ini dijerat juga dengan pasal 112 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara 20 tahun.

Jaksa menguraikan bahwa, sesuai keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti yang terungkap di persidangan, perbuatan terdakwa Michelle tidak ditemukan alasan pemaaf maupun alasan pembenar yang dapat menghapus pertanggung jawaban pidana karena itu harus dijatuhi hukum yang setimpal. “Menuntut, supaya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini untuk  menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun dikurangi selama terdakwa dalam tahanan,” tegas jaksa Made Lovi.

Mantan pramugari Garuda Mishelle bersama kuasa hukumnya, Made Ahmad Hadiana saar sidang tuntutan di PN Denpasar, Senin (13/08), Foto : Dickmina

Dalam pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya melakukan pemberantasan segala bentuk penyalahgunaan narkotika.

Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa Michelle dianggap sopan dalam persidangan dan mengakui secara terus terang perbuatannya sehingga memperlanjar persidangan.  Terdakwa juga menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

Diketahui, kasus ini bergulir sampai ke meja hijau bermula ketika Michelle ditangkap oleh petugas kepolisian Polsek Kuta, pada Hari Sabtu, 24 Pebruari lalu sekitar pukul 22.10 Wita.  Ia ditangkap di kos elite Anika House kamar No.4 Jalan Gunung Lumut, No.62 D, Denpasar Barat.

Mantan pramugari Garuda Indonesia  ini tersandung kasus narkotika  setelah polisi melakukan pengembangan  dari penangkapan Fuad Hasyim yang merupakan pacar Michelle, di areal Central Parkir Kuta, Sabtu 24 Pebruari 2018 lalu.

Petugas  Reskrim Polsek Kuta kemudian menangkap Michelle Merilouisa yang baru menikah diawal tahun 2018 ini,  Sabtu, 24 Pebruari 2018 sekitar pukul 22.10 wita di Anika House Kamar No. 4 Jalan Gunung Lumut No.26 D, Denpasar Barat.

Ketika dilakukan penggeledahan, petugas menemukan  2 plastik berisi serbuk warna putih yang mengandung sediaan narkotika jenis kokain dengan berat bersih 0,37 gram didalam dompet kulit warna coklat miliknya. Petugas juga menemukan 1 strip berisi 4 butir Dumolid yang mengandung sediaan klonazepam yang merupakan jenis obat terlarang psikotropika.

Menurut Pengakuan anak 3 dari 4 bersaudara asal Sumatera Utara ini, kokain diperoleh dengan membeli dari Fuad Hasyim seharga Rp2 juta. Sementara Dumolid dibelinya di Apotik Hana di Jalan Gatot Subroto Barat, Denpasar seharga Rp110 ribu.

Sedangkan sabu yang disembunyikan dibalik hiasan dinding adalah sabu sisa pakai yang dipakai bersama teman lelakinya, Fuad Hasyim pada kamis Malam, dua hari sebelum dirinya ditangkap. (DM)

Komen via Facebook