Korban Gempa Lombok Terus Bertambah, 392 Orang Meninggal Dunia

50

Lombok, Klikpena.com
Korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7 skala ritcher minggu (05/08) lalu, terus bertambah menjadi 392 orang. Data terbaru ini direlease Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setelah melakukan pendataan selama sepekan.

Hingga minggu 12 agustus 2018, tercatat 392 orang meninggal dunia akibat gempa bumi 7 SR di wilayah NTB dan Bali, akibat tertimpa bangunan roboh saat terjadi gempa. Sebaran korban meninggal dunia akibat gempa tercatat di wilayah Kabupaten Lombok Utara 339 orang, Lombok Barat 30 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 10 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Lombok 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa.

Korban luka-luka tercatat 1.353 orang, dimana 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang. Sementara itu pengungsi sebanyak 387.067 orang yang tersebar di ribuan titik pengungsian.

Petugas Gabungan mengevakuasi jenazah korban gempa Lombok, Foto: Ist

Hingga saat ini masih terjadi gempa susulan sehingga beredar informasi hoax bahwa akan ada gempa susulan minggu malam, sehingga BNPB menghimbau agar masyarakat tidak terpengaruh dengan isu sesat.

“Itu semua Hoax. Tidak benar. Ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia saat ini belum bisa memprediksi gempa secara pasti entah dimana, kapan, berapa besar gempanya. Untu itu jika masyarakat menerima informasi hal itu dalam bentuk apapun akan terjadi gempa dengan menyebutkan waktu, magnitude, lokasi. Itu tidak benar. Abaikan dan jangan ikut-ikutan menyebarkan.Ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB

Petugas Gabungan mengevakuasi jenazah korban gempa Lombok, Foto: Ist

Sebaran pengungsi hingga saat ini tercatat di Kabupaten Lombok 198.846 orang, Lombok Barat 91.372 orang, Kota Mataram 20.343 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang. Sementara itu kerusakan fisik meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mempercepat distribusi bantuan yaitu mengerahkan relawan, mobilisasi para lurah dan kepada desa oleh camat untuk mendata dan mendistribusikan logistik kepada warga yang mengungsi dengan menggunakan kendaraan operasional seluruh dinas. (el)

Komen via Facebook