TERUS BERJUANG UNTUK BALI, MESTI TAK LAGI DI EKSEKUTIF

87
Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta yang segera mengakhiri masa jabatannya sebagai wakil gubernur

Denpasar, Klikpena.com- Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta yang segera mengakhiri masa jabatannya sebagai wakil gubernur pada 29 Agustus nanti,masih tetap menjalankan tugas di tengah-tengah masyarakat, menghadiri Karya Pitra Yadnya (Atma Wedana) di Desa Pekraman Lelateng, Kec Negara, Jembrana, Minggu (12/8)

Pada Kesempatan tersebut Sudikerta menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan masyarakat semasa ia menjalani masa jabatan sebagai wagub Bali sehingga program pemerintahan dapat berjalan dengan baik. “Saya mengajak masyarakat, kembali memberikan kepercayaan kepada saya sehingga tetap mengawal dan melanjutkan pembangunan di Bali melalui DPR RI,”kata Sudikerta disambut tepuk tangan dari warga dan krama Bali yang hadir saat upacara.

Sudikerta dan jajaran DPD Golkar Bali menghadiri acara Pitra Yadnya di Jembrana Minggu (12/8)

Bagi mantan Wakil Bupati Badung dua periode ini, tereliminasi dari Pilgub Bali Juni lalu tak membuatnya patah semangat untuk terus memberi kontribusi bagi Bali. Pun tak terlihat di raut wajahnya rasa kecewa karena tak terpilih. “Saya biasa saja. Tidak kecewa, apalagi putus asa dan behenti berjuang untuk membangun Bali. Kontribusi untuk Bali akan terus saya lakukan walau tak lagi di eksekutif,” kata Sudikerta kepada Klikpena.com sehari setelah jumpa pers dengan awak media di Rumah Aspirasi Mantra-Kerta mengakui kemenangan Wayan Koster dan Cok Ace.

Ketua DPD Golkar Bali ini menceritakan, sejak dulu tak pernah terpikir dalam benaknya untuk terjun ke dunia politik dan akhirnya menjabat sebagai wakil gubernur Bali. “Apalagi, latar belakang keluarga dan orangtuanya hanya seorang petani, dan dari kalangan biasa. Apa yang didapatnya saat ini merupakan anugerah dari Tuhan dan hasil kerja keras pantang menyerah dalam melakoni hidup,”tuturnya.

Menjadi Wakil Bupati Badung dua periode, dan wakil gubernur mendampingi Mangku Pastika atas amanat masyarakat. “Saya tak pernah bercita-cita seperti ini. Semuanya alami saja seperti air mengalir. Yang saya cita-citakan hanya bagaimana bisa hidup dan makan yang layak. Saya termotivasi dan pantang mundur untuk maju dengan berbagai terpaan dalam hidup. Rintangan demi rintangan bisa saya atasi sehingga semuanya terjadi dalam hidup saya seperti saat ini, “ceritanya mengakhiri.(abi)

Komen via Facebook