Setelah 88 Tahun, Warga Jungutan Karangasem kembali Gelar Upacara Karya Baligia

92

Upacara Karya Baligia untuk mengantar Atman menyatu dengan Brahman, dalam tradisi umat hindu Bali merupakan tahapan atma weda yang suci dan mulia, digelar warga Jungutan Karangasem Bali. Seluruh proses upacara ini sebagai bentuk penghormatan terakhir dari para ‘sentana’ (keturunan, red) kepada seluruh Puspa dan Nama (arwah, red) yang disucikan.

Ribuan Umat Hindu Karangasem, Buleleng dan Denpasar mengikuti Upacara Karya Baligia di Desa Jungutan Karangsem minggu (12/08), Foto: Ist

Diawali dengan upacara Ngaku Agem Karya yang dilaksanakan pada tanggal 12 Januari lalu dan upacara Penguptian pada 10 agustus lalu, upacara puncak Karya Baligia digelar warga Desa Jungutan kecamatan Bebandem Karangsem minggu siang (12/09). Tahapan upacara tidak digelar sekaligus karena tidak terikat oleh periode tertentu karena dasar pelaksanaan upacara keihklasan dan kesiapan keluarga baik kesiapan mental dan psikologis karena dalam pelaksanannya bisa digelar dalam kurun waktu 7 bulan secara berturut-turut.

“Jadi upacara ini cukup berat karena kita harus ikhlas dan siap meluangkan waktu cukup panjang ditengah-tengah aktivitas kerja sehari-hari. Disini ada emosi, harus ada ketahanan fisik dan harus ada juga kesiapan secara materi karena rangkaian upacara yang cukup panjang”, tutur Ida Bagus Oka Gunastawa, salah satu panitia upacara.

Sejumlah perlengkapan Upacara Karya Baligia di Desa Jungutan Kecamatan Bebandem Karangasem Bali, Foto: Ist

Lanjut Oka, Karya atas dasar keihklasan serta pengorbanan suci dari seluruh elemen karya, kiranya mampu mengantarkan manunggalnya kembali Atman (roh) kepada Brahman. Mewariskan keberlangsungan tradisi agung, sakral, detail dan unik ke masa depan. Juga memuliakan seluruh daya, rasa dan karya dalam satu kesatuan bingkai tema besar “santi-santa-satu”.

“Disini ada juga memori tentang spirit gotong-royong memanggul secara bersama-sama seluruh tanggung jawab untuk mewujudkan energi kebersamaan di alam skala untuk mencapai sorga,” pungkas Oka Gunastawa.

Suasana tahapan upacara Karya Baligia di Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, minggu (12/08), Foto: Ist

Dalam Karya Baligia tahun ini 606 Puspa dan Nama yang terdiri dari 86 Puspa Ida Pedanda, Puspa Walaka beserta Sangge dan 520 Nama Pengiring. Peserta Karya ini datang dari Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng dan Kota Denpasar yang disokong lebih kurang 10.000 Kepala Keluarga.

Karya Baligia di Desa Jungutan Kecamatan Bebandem ini pertama kali digelar pada tahun 1930 dengan diikuti 9 griya rumpun keluarga Karangasem. Namun upacara tahun ini diikuti ada 11 griya yang atas keikhlasan dan kesepakatan bersama kembali menyelenggarakan upacara serupa. (el)

Komen via Facebook