Bupati Belu Dikirimi Surat Terbuka, Ini Alasannya

73

ATAMBUA-klikpena
Sebuah hotel sedang dibangun Kecamatan Atambua Barat, Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tepatnya di RT/RW 07/03 Lingkungan Lalete Sukabi, Kelurahan Tulamalae. Pembangunan hotel mewah ini, oleh masyarakat sekitar, dituding akan berdampak perusakan lingkungan sekitar, bahkan sangat berpotensi meruntuhkan tanah yang telah ada bangunan Rumah warga, sehingga Rumah warga terancam ambrug. Karena itu beberapa komponben masyarakat korban pembangunan hotel tersebut meminta pihak terkait untuk meninjau kembali pembangunan Hotel di kawasan pemukiman penduduk tersebut.
Suara menentang pembangunan Hotel tersebut bahkan telah dikukuhkan melalui surat terbuka kepada bupati Belu, yang juga ditembuskan kepada Ketua DPRD Kabupaten Belu dan Ketua Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan NTT. Surat terbuka tersebut dilayangkan oleh salah seorang keluarga korban, Yulius Benyamin Seran, SH. Ia Menulis surat terbuka tersebut bertindak sebagai ahli waris dari (Alm) Dominikus Seran yang kini rumahnya sudah nyaris runtuh lantaran tanah tempat bangunan Rumah itu sudah tergerus oleh alat berat. Beberapa warga lain pun yang rumahnya terancam ambrug, akhirnya memilih memasak di halaman sebagai pengganti dapur.

Takut rumah roboh karena pembangunan Hotel, warga yang terancam keselamatannya harus memasak di halaman rumah sebagai pengganti dapur

Dalam surat terbuka tersebut, Benyamin Seran yang saat ini berprofesi sebagai pengacara di Bali memohon kepada pemerintah daerah Kabupaten Belu, untuk memberikan informasi terhadap bangunan yang sedang dikerjakan tersebut. “Karena saat ini, kami mengalami dampak ‘tidak nyaman’ dari pembangunan tersebut yang diduga diperuntukkan sebagai hotel. Pembangunan dimaksud persis di sebelah barat rumah tempat tinggal kami, yang galiannya hanya berjarak kurang lebih 1 meter dari rumah kami,” tulis Benyamin Seran, dalam surat terbuka tertanggal 10 Agustus 2018 itu.
Ia juga meminta kepada bupati Belu, agar terkait izin mendirikan bangunan (IMB) untuk pembangunan gedung yang diduga diperuntukan hotel itu dapat ditinjau kembali. “Apabila ternyata bangunan tersebut telah memiliki IMB, mohon ditinjau kembali. Selain itu, mengingat jaraknya dengan rumah kami agar mengawasi pembangunannya sehingga tidak menyimpang dari izin yang telah diperoleh,” urai Benyamin Seran.

Pemda Belu bereaksi cepat mendatangi lokasi pembangunan hotel yang diadukan warga

Ia menambahkan, apabila ternyata bangunan tersebut tanpa atau tidak berdasarkan IMB, maka ia meminta agar dilakukan penertiban. “Misalnya diberikan surat pemberitahuan dan atau peringatan kepada pemilik bangunan tersebut,” tulisnya.
Berikut beberapa poin yang diminta oleh Benyamin Seran dalam surat terbuka tersebut, terkait informasi pembangunan gedung dimaksud.
Pertama, badan hukum/ perorangan yang telah mulai membangun tersebut, agar kami mengetahui dengan pasti siapakah yang bertanggungjawab untuk itu.
Kedua, apakah bangunan tersebut telah mendapatkan IMB? Apabila telah ada IMB, siapakah yang telah menandatangani sebagai penyanding sebelah Timur.
Ketiga, apakah bangunan yang didirikan telah sesuai dengan peruntukkan dengan Rencana Tata Ruang?
Keempat, bagaimana dengan rencana pembuangan dan/ atau pengelolaan limbah apabila bangunan tersebut kemudian difungsikan sebagai hotel?

Salah seorang ahli waris warga yang terancam rumahnya roboh, Yulius Benyamin Seran, terlibat diskusi serius dengan praktisi hukum, yang akan mengadvokasi para korban penggusuran, DR. Simon Nahak, SH

Kelima, apakah diperbolehkan pembangunan sebesar itu (diduga hotel) tersebut didirikan hanya berjarak kurang lebih 1 meter dari rumah warga? Sementara penggalian dengan alat berat yang telah dilakukan hingga Kamis, 9 Agustus 2018, dapat membahayakan konstruksi rumah kami, terlebih ketika musim hujan tiba.
Keenam, bagaimana dengan ketinggian bangunan, apakah tidak melebihi aturan yang telah ditentukan berdasarkan ketentuan tata ruang? Ataukah telah dilakukan pengkajian teknik terlebih dahulu atau ada izin khusus? ED

Komen via Facebook