Petani Pelaga Kirim Lebih dari 10 Ton Kopi Ke Starbucks

96
Tim Koperasi Nasional Bersama Petani Kopi Plaga saat mengantar 1,5 Ton Kopi ke Komplek Pergudangan Starbucks di Kota Kediri Jawa Timur Sabtu (11/08)

Denpasar, Klikpena.com
Petani Kopi Semanik Sari Desa Pelaga Kabupaten Badung Bali, berhasil mengirim lebih dari 10 ton kopi pelaga ke Pergudangan Starbucks Kota Gresik, Jawa Timur. Pengriman ini merupakan keenam kalinya, setelah para petani diedukasi tim Koperasi Nasional Kementian Koperasi, dengan memfasilitasi para petani untuk menjual hasil kopi dengan harga 100 ribu perkilogram.

114 petani kopi Banjar Semanik Sari Desa pelaga, kini mulai tersenyum setelah kopi hasil kebun mereka menembus pasar Starbucks. Meskipun melalui tahapan proses edukasi dan sirtasi yang panjang, namun kesabaran mereka akhirnya perlahan membuahkan hasil setelah difasilitasi dan diedukasi oleh tim Koperasi Nasional yang rela menginap bersama masyarakat di Desa Pelaga.

Ketua Koperasi Nasional. Reza Fabianus mengatakan, para petani kopi saat ini terus mempersiapkan hasil panen untuk pengiriman berikutnya pada bulan september mendatang, sehingga para petani saat ini sedang melakukan sortasi atau pemilihan biji kopi. “ Kami hanya membuka jaringan pasar bagi petani kopi bali. Namun pemerintah kabupaten Badung telah mengambil langkah berupa kebijakan pendanaan program untuk membantu para petani pada tahun anggaran 2019” jelas Reza.

Ketua Koperasi Nasional, Reza Fabianus bersama Agronomis Starbucks, Redrico Santa Maria dan Petani Kopi Pelaga, I Ketut Sudi, saat proses Uji dan Analisis Kualitas Kopi Komplek Pergudangan Starbucks di Kota Gresik Jawa Timur Sabtu (11/08)

Pengiriman kopi pelaga ke pergudangan starbucks kota Gresik Jawa Timur kali ini juga diikuti oleh kepala Subak Semanik Sari Desa Pelaga, I Ketut Sudi yang selama ini mengumpulkan masyarakat petani untuk diedukasi dan didampingi tim koperasi nasional. Kehadiran petani kopi secara langsung di pergudangan starbucks kali ini sebagai langkah mempersiapkan kedatangan tiga orang tim starbucks ke Desa pelaga tanggal 16 agustus mendatang untuk memberikan pelatihan bagi petani kopi Pelaga.

“ Kunjungan tim starbucks nanti ada tiga orang yakni dua orang petugas analisah kopi dan satu orang bisnis manager, sehingga petani memahani langsung bagaimana menghasilkan kopi terbaik untuk dijual dengan harga tinggi. Karena harga jual di starbucks mencapai 100 ribu per kilogram dengan analisis cacat fisik biji kopi maksimal 15 persen” tutur ketua Koperasi Nasional, Reza Fabianus

Rencana Kunjungan tim Starbucks ke Desa Pelaga nanti akan dihadiri Kepala Litbang Pemkab Badung, untuk melihat langsung aktifitas para petani kopi bersama tim analisah kopi, sebagai langkah awal dukungan pemerintah dalam bentuk bantuan dana bagi petani kopi seluruh kabupaten Badung pada tahun anggaran 2019 mendatang. (el)

Komen via Facebook