PASTIKA PAMIT DI PB3AS

44

Denpasar, Klikpena.com- Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) Minggu (12/8) siang menjadi momentum terakhir Gubernur Bali, Made Mangku Pastika berdialog dan tatap muka dengan masyarakat secara langsung.

Kesempatan berikutnya mungkin Pastika datang dan berorasi dalam kapasitasnya sebagai masyarakat biasa.

Untuk itu, mantan Kapolda NTT ini menyempatkan diri pamitan dengan masyarakat Bali serta menghaturkan terima kasih kepada semua pihak atas dukungan di Lapangan Puputan Renon. 

Ia menyadari selama sepuluh tahun memimpin Bali tak lepas dari kekurangan, sehingga berharap gubernur terpilih bisa melanjutkan dan memperbaiki.

Mantan Kalahar BNN ini juga menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak, sehingga program Bali Mandara jilid I dan II bisa berjalan, dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. “Telah banyak program kita luncurkan dan dirasakan masyarakat. Dari pengentasan kemiskinan hingga infrastruktur. Saya harap hasil pembangunan sepuluh tahun ini bisa bermanfaat untuk masyarakat Bali,”ucapnya

Pastika didampingi Kepala Pemdes Prov Bali, Ketut Lihadnyana dan mantan Inspektorat Ketut Teneng saat diwawancara wartawan usai pamitan di PB3AS, Minggu (12/8)


Mantan Ketua Tim Investigasi Bom Bali I ini juga menambahkan, jika tujuan diadakan forum ini untuk menjaring aspirasi masyarakat Bali. “Orang Bali terkenal koh ngomong, jadi saya siapkan podium ini agar masyarakat terbiasa menyampaikan kritik, saran serta unek-unek mereka.To bee seen you must stand up and to be listened you must speak up,” imbuhnya.

Di podium ini, lanjutnya, warga bisa bicara dari politik hingga urusan remeh temeh, ataupun dari infrastruktur hingga rumah tangga. “Jika ada keluhan terhadap pemerintah sampaikan di sini. Nanti staf kami akan mencatat dan minggu depannya intansi terkait akan menjawab permasalahan tersebut,”ucapnya.

Mengenai nasib program PB3AS selanjutnya tergantung kepemimpinan gubernur periode berikutnya.
“Media penyampaian saran dan kritik kepada pemerintah sangat banyak, jadi jangan terpaku dengan bentuk PB3AS ini saja. Teknologi informasi saat ini sangat berkembang, jadi sah-sah saja gubernur ke depan menggunakan media tersebut untuk berinteraksi dengan warga,” tandasnya. (abi)

Komen via Facebook