Penyuluh Agama Berperan Cegah Radikalisme

63
Penyuluh Agama Berperan Cegah Radikalisme Penyuluh Agama Berperan Cegah Radikalisme

DENPASAR-Klikpena
Sejumlah seratus lebih tenaga penyuluh agama dari empat kabupaten, Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan, Kamis (12/7) kemarin, mengikuti diskusi dan pelatihan di Aston Hotel, Denpasar. Kegiatan yang diselenggarakan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Bali tersebut diikuti para penyuluh agama dari berbagai agama, seperti Islam, Hindu, Budha dan Kristen.

Pejabat BNPT, KH Muslih Mashoha memberikan sambuta pada acara pembukaan diskusi dan workshop kemarin.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Provinsi Bali, Dewa Putu Mantera, SH dalam sambutannya saat membuka secara resmi kegiatan tersebut mengatakan, bahwa di Indonesia, tokoh agama memiliki posisi yang sangat penting dalam mencegah aksi terorisme dan radikalisme. “Penyuluh agama dapat memberi pemahaman mengenai ajaran nilai-nilai agama yang membawa kepada kedamaian. Hal ini dikarenakan esensi agama yang sama sekali tidak pernah mengajarkan umatnya untuk saling mmbenci, apalagi sampai melakukan kekerasan,’ ujar Putu Mantera,
Sementara itu, salah seorang unsur pimpinan BNPT Jakarta, KH Muslih Nashoha menegaskan BNPT secara nasional terus konsisten menyebarluaskan kepada masyarakat tentang bahaya-bahaya radikalisme dan terorisme. Beberapa unsur lembaga masyarakat dan lembaga publik, terus didorong untuk secara bersama menyikapi dan mencegah datangnya bahaya – bahaya radikalisme dan terorisme. Kelompok masyarakat radikal bahkan teroris, dalam perkembangan terakhir menunjukkan gejala-gejala yang sangat mengkhawatirkan.
“Merka itu hidup bersama masyarakat. Mereka membaur dengan masyarakat, sehingga menyulitkan masyarakat untuk melakukan deteeksi dini terhadap ancaman radikalisme dan terorisme. Penyuluh agama adalah salah satu perangkat masyarakat dan lembaga agama yang bisa diberdayakan untuk menjadi kekuatan masyarakat melawan radikalisme dan terorisme,’ kata Kiyai yang juga salah seorang pengurus pusat Nahdatul Ulama Indonesia ini.ED

Komen via Facebook